Showing posts with label relationship. Show all posts
Showing posts with label relationship. Show all posts

Tips agar mantan tidak bisa melupakan kita, Gunakan tips ini dengan bijak

Tips agar mantan tidak bisa melupakan kita


Tips agar mantan kekasih tidak bisa melupakan kita. Sebenarnya tips ini bak pedang bermata dua, kamu harus bisa menggunakan tips ini dengan bijak. Sebab salah-salah bisa menyebabkan mantan kamu sakit hati kepada kamu. Jika kamu sudah menjalankan tips ini dan mantan kamu memiliki perasaan cinta yang tumbuh kembali, kamu jangan hanya PHP doi, tetapi kamu harus menjawab perasaannya. Sebab perasaan itu bukan sebuah mainan. Mari baca selengkapnya.


Tips jitu supaya mantan tak dapat melupakan kita



1. Menggunakan penampilan yang terbaik

Seganteng dan secantik apapun kamu, jika tidak didukung dengan penampilan yang oke, maka mantan bisa merasa ilfil. Kemanapun dan kapanpun kamu pergi dengan mantan, kamu harus menggunakan fashion yang terbaik, dengan padu padan yang sempurna. Apalagi jika kamu adalah seorang cowok, di mana cewek itu benar-benar memperhatikan penampilan. 

Jika setelah putus justru penampilan kamu menjadi acak-acakan, maka bisa jadi perasaan doi ke kamu pun akan berkurang. Itu jika kamu masih pergi dengan mantan, tetapi apabila kamu sudah tidak pergi jalan-jalan bersama mantan lagi, kamu tetap harus berpenampilan terbaik, khususnya saat kamu berfoto, dan mengupload foto tersebut di Facebook atau sosial media yang lain, di mana mantan dapat melihat foto kamu.


2. Tetap memberikan perhatian

Memang pada saat PDKT kamu sebaiknya tidak memberikan perhatian berlebihan, karena yang di PDKT bisa merasa terganggu. Tetapi akan berbeda ceritanya jika itu mengenai mantan. Karena kamu sudah pernah berpacaran sebelumnya, dan kamu intens memberikan perhatian. Kemudian setelah putus, perhatian tersebut akan berkurang. 

Karena itu apabila memang kamu berencana untuk berbaikan dengannya, maka kamu harus tetap rajin dalam memberikan perhatian. Tetapi lakukan dengan tulus, sebab mantan kamu tentu bisa melihat apakah perhatian yang kamu berikan kepadanya itu tulus atau tidak. Contohnya kamu bisa bertanya mengenai keluarganya, menanyakan apa dia sudah makan atau belum, dan perhatian lainnya yang biasa kamu berikan saat kamu berpacaran dengan doi. Yap, saya rasa kamu pasti mengerti apa yang kami maksudkan.

3. Ngapel

Atau ngapelin, atau mengunjungi mantan kamu. Jadi sama seperti saat kamu PDKT, sebelum kamu luntur dari hatinya. kamu harus tetap menjaga perasaan cinta mantan kamu kepada diri kamu. Dengan kamu tetap rajin ngapel, maka seiring waktu perasaan cinta akan tumbuh kembali. Seperti yang diketahui bahwa semakin lama kamu tidak bertemu, maka chemistry pun akan semakin berkurang. 

Namun kamu harus ingat, jangan sampai aktivitas ngapel si doi mengganggu jadwalnya. kamu harus tetap memperhatikan kenyamanan doi. Jangan memaksa ngapel, apabila mantan kamu sudah mengatakan doi tidak bisa pada hari tertentu.

4. Berdoa

Nah, ini juga penting. Jangan sampai karena kamu sibuk berusaha mempertahankan perasaan mantan untuk tetap sayang kepada diri kamu, hingga akhirnya melupakan ibadah. kamu harus tetap rajin beribadah atau berdoa, dan memohon jalan yang terbaik.


Kesimpulan

Ingatlah untuk tidak menyalahgunakan tips di atas. Jika mantan sudah tak dapat melupakan kamu dan perasaan cinta sudah tumbuh kembali, maka kamu bisa kembali berpacaran dengan doi. Dengan begitu kamu tidak termasuk ke dalam golongan "PHP", Pemberi Harapan Palsu. Sekian artikel tentang tips agar mantan tidak bisa melupakan kita, gunakan tips ini dengan bijak. Semoga bermanfaat.

Selingkuh wanita lebih berbahaya, Kenapa bisa begitu?

Selingkuh wanita lebih berbahaya, Kenapa bisa begitu?


Selingkuh seorang wanita ternyata lebih berbahaya. Umumnya jika berbicara mengenai selingkuh, maka kamu akan langsung berpikiran bahwa itu dilakukan oleh seorang pria. Ups..! Ternyata fakta menunjukkan apabila seorang wanita juga bisa berselingkuh, bahkan cukup sering. Tentunya seorang wanita yang selingkuh itu bisa karena banyak faktor yang mempengaruhi. 

Untuk kamu para pembaca pria ketahui, jika wanita ternyata lebih berbahaya apabila sudah selingkuh dibandingkan selingkuh yang dilakukan oleh seorang pria. Bisa mengakibatkan sebuah hubungan retak, apalagi untuk yang sudah berumah tangga. Sekarang mari ketahui tentang alasan-alasan di baliknya. Mari baca selengkapnya.

Alasan-alasan mengapa wanita selingkuh itu lebih berbahaya


1. Ikatan emosi wanita lebih tinggi saat dengan selingkuhannya

Apabila seorang wanita telah selingkuh, wanita tersebut akan memiliki ikatan emosi tinggi dengan pria selingkuhannya. Dan perselingkuhan tersebut sulit dihentikan. Sebab yang ada dalam pikiran wanita tersebut hanyalah mengenai selingkuhannya. Juga, wanita tersebut rela melakukan apapun hanya demi menyenangkan selingkuhannya, bahkan mengorbankan seluruh harta miliknya.

2. Wanita dapat memanipulasi air mata

Berbeda dengan seorang pria, wanita lebih ahli memanipulasi air mata. Di mana air mata memang merupakan senjata pamungkas dari seorang wanita yang dianggap ampuh dalam meluluhkan hati para pria. Seorang wanita memang pada dasarnya sudah dianugerahi kemampuan meneteskan air mata lebih mudah dibandingkan pria. Walaupun air mata tersebut keluar sengaja dibuat-buat oleh si wanita, hanya demi memenuhi tujuan tertentu, dan membuat terkesan lebih dramatis. 

Mungkin kamu lebih mengenal ini dengan “Air mata buaya” Terkait dengan perselingkuhan, contohnya saat seorang wanita berbohong mengenai selingkuhannya dan sang suami tidak percaya, maka si wanita bisa pura-pura menangis.

3. Dalam menjalani perselingkuhan, Wanita lebih serius melakukannya

Berbeda dengan seorang pria, untuk wanita, mereka menganggap perselingkuhan mereka sebagai sebuah hubungan yang serius. Karena itu bahkan seorang wanita rela berpisah dengan suaminya hanya untuk pergi bersama dengan selingkuhannya. Ini merupakan sebuah kondisi yang berbahaya, yang kerap menjadi sumber keretakan rumah tangga. Seorang wanita mencari selingkuhan yang mereka anggap itu lebih baik dibandingkan pasangannya yang sekarang, khususnya terkait kemampuan si pria untuk memberikan kepuasan dalam sisi emosi.

4. Wanita pintar menyembunyikan perselingkuhan mereka

Yang berbahaya dari perselingkuhan yang dilakukan seorang wanita adalah tidak mudah ketahuan. Itu karena kelihaian dari seorang wanita dalam menyembunyikan perselingkuhannya. Wanita pintar dalam berekspresi, karena itu banyak pria yang tertipu, dan percaya begitu saja. Kepandaian seorang wanita di dalam berbohong, untuk mengungkapkan kata-kata, hal tersebut yang menyebabkan perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang wanita bisa berlangsung untuk waktu yang lama.

Saat seorang wanita ketahuan jika sedang selingkuh, atau hampir ketahuan. Biasanya mereka dapat menyerang balik, melontarkan beribu alasan. Itu karena seorang wanita yang sedang berselingkuh menjadi lebih sensitif dibandingkan biasanya.

Kesimpulan

Tiap orang mempunyai karakter dan kepribadian yang berbeda. Mungkin saja informasi yang kami hadirkan di atas sesuai dengan karakter dari seorang wanita yang kamu kenal, bahkan mungkin juga tidak. Jadi kamu juga jangan menelan informasi tersebut mentah-mentah, tetapi sesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang kamu hadapi sekarang ini. 

Bagaimanapun juga, seorang wanita berhak untuk memperoleh kasih sayang. Dan supaya wanita tidak selingkuh, kamu harus belajar untuk menjadi pria yang lebih baik. Apalagi untuk kamu yang sudah berumah tangga. Sekian artikel tentang selingkuh wanita lebih berbahaya, kenapa bisa begitu? Semoga bermanfaat.

Cara mutusin pacar dengan kasar? Mungkin cara ini tak terpikirkan sebelumnya


Cara mutusin pacar dengan kasar

Cara mutusin pacar kamu dengan kasar.
Ada kalanya hubungan pacaran tidak bisa dilanjutkan, dan waktunya untuk putus. Semisal kamu sudah sangat kesal dengan pacar, dan ingin putus, mungkin kamu berpikiran untuk menggunakan cara yang terbilang kasar. 

Memang ada kalanya cara tersebut tepat untuk digunakan, contohnya jika kesalahan yang dilakukan oleh pacar kamu itu sudah sangat parah. Misalnya saja pacar kamu ternyata sembunyi-sembunyi sudah memiliki istri, atau pacar kamu sembunyi-sembunyi pdkt dengan cewek atau cowok lain. Nah, tentu cara yang kasar lebih kamu pilih untuk memutuskan doi. Mari baca selengkapnya.

Cara mutusin pacar dengan kasar

Cara mutusin pacar menggunakan cara kejam dan kasar

Tujuan dari cara mutusin yang kejam dan kasar tidak lain adalah supaya pacar kamu menyesal dan mengingat apa kesalahan mereka. Memang sekarang sudah banyak yang membahas tentang bagaimana cara memutuskan pacar. Tetapi masih sedikit yang membahas tentang bagaimana jika kamu hendak memutuskan pacar dengan cara yang paling kejam, yang kamu bisa. 

Apabila kamu memutuskan pacar kamu dengan cara yang halus, maka kemungkinan doi masih berniat untuk kembali menjalin hubungan dengan kamu. Padahal kamu sudah tidak menginginkannya, jadi kamu hendak move on dan memulai kehidupan yang baru tanpa bayang-bayang pacar kamu yang sekarang itu.

Menggunakan kata-kata kasar untuk mutusin pacar?

Ini mungkin salah satu cara yang dapat kamu gunakan. Tetapi jika kamu adalah seorang cewek, dan yang ingin kamu putuskan sekarang adalah cowok, maka terkadang cara ini tidak mempan. Sebab cowok memang sudah terbiasa mendapatkan kata-kata kasar, walaupun tidak semua cowok, tetapi sebagian besar. 

Walaupun begitu tidak ada salahnya untuk mencoba, jika kamu malas menggunakan cara yang lain, dan menginginkan cara yang paling sederhana untuk mengakhiri hubungan pacaran dengan kasar.

Revenge ke pacar

Jika pacar kamu adalah seorang playboy atau playgirl. Mungkin cara ini dapat kamu coba. Jadi pacar kamu yang sekarang diam-diam sudah memiliki pacar kedua. Nah, untuk itu, kamu dapat melakukan hal yang sama. Tetapi kamu tidak harus mencari pacar kedua sungguhan, namun kamu bisa mengajak sahabat kamu untuk pura-pura menjadi pacar kamu. Kemudian memutuskan si doi. Tentunya ini merupakan cara yang kejam banget! Bisa-bisa doi teringat terus akan kejadian ini. 

Namun jika memang kamu menganggap cara ini keterlaluan, kamu bisa mencoba untuk memilih alternatif cara yang berikutnya. Tenang, masih ada stok cara yang dapat kamu coba kok!

Mutusin di depan orang banyak

Melihat kalimat di atas, kamu tentu sudah mendapatkan bayangan bukan? Ya, kamu bisa mencoba memutusin doi di depan orang banyak. Kalau bisa, supaya lebih kasar lagi, kamu bisa menggunakan kata-kata kasar dan alasan kamu memutuskan doi. 

Dengan begitu pacar kamu pun akan malu, dan kesal karenanya. Mungkin dapat dibilang ini adalah cara yang paling kejam, walaupun pacar kamu adalah seorang cowok bengal, tetapi jika kamu sudah menerapkan cara ini, bisa-bisa pacar kamu jadi mati kutu!

Kesimpulan

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui bahwa kamu juga dapat memutuskan pacar menggunakan cara yang kasar. Tetapi harap diingat bahwa cara mutusin yang kasar ini bukanlah cara yang direkomendasikan. Jadi resiko harap ditanggung sendiri ya! Sekian artikel tentang cara mutusin pacar dengan kasar, mungkin cara ini tak terpikirkan sebelumnya, semoga bermanfaat.

Cara membuat mantan menyesal, Sudah cobain tips ini belum?




Cara membuat mantan merasa menyesal. Sakit kepala tidak hanya dapat disebabkan karena penyakit, tetapi ternyata juga bisa karena ditinggal pacar. kamu pasti sudah menyadari hal ini bukan? Belum lagi jika doi ternyata lebih memilih untuk jadian dengan selingkuhannya dibandingkan memilih kamu. 

Wah! Kesalnya pasti sampai ke ubun-ubun. Hati rasanya menjadi hancur berkeping-keping. kamu jangan sampai galau walaupun sudah diperlukan sekejam itu, jangan sampai kamu menghancurkan harga diri. Sekarang saatnya bagi kamu untuk bangkit, lalu membuat doi menyesal karena sudah meninggalkan kamu. Ya, walaupun cara yang dilakukan juga harus kamu pilah-pilah, jangan mengikuti cara seperti kriminal yang pernah masuk koran ya.

Cara membuat mantan menyesal

 

Ingat ini, jika kamu masih ingin harga diri utuh


kamu jangan pernah sekali-sekali memohon untuk balikan. Jadi kamu biarkan saja. Menjaga harga diri itu penting, baik kamu seorang cowok maupun seorang cewek. kamu harus tetap bisa menatap masa depan. Ingatlah bahwa mantan kamu adalah seseorang yang pernah menyakiti kamu sebelumnya. Kecuali memang putus karena faktor yang lain, yang memang tidak bisa dilawan. kamu tentu tak ingin disakiti lagi, dengan kamu tak memohon untuk balikan, maka mantan kamu pun akan berpikir jika kamu sudah dapat move on serta sudah bisa lebih mandiri.


Pajanglah foto kamu yang tengah bersenang-senang


Sekarang jamannya social media, seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain. Sebisa mungkin kamu jangan delete mantan kamu dari account tersebut. Dengan begitu, saat kamu update foto, maka doi akan bisa melihat updatean kamu. Walaupun kamu tengah galau, tetapi kamu jangan sekalipun mengumbar rasa galau tersebut di depan orang lain, apalagi di depan doi. Jika kamu memasang foto profile Facebook yang tengah terlihat galau, dan memasang status galau. Apalagi ini, menunjukkan pergelangan tangan berdarah-darah, ada tulisan nama doi di tangan kamu… Wihhh…! It’s a BIG NOPE. Mantan kamu bukannya akan merasa respect kepada kamu karena melakukan itu, tetapi dia bisa jadi merasa ilfil berat. kamu jangan mengharapkan respon dari mantan kamu jika kamu melakukan hal tersebut.

Tetapi - Akan berbeda jika kamu memasang foto liburan bersama sahabat-sahabat. Atau kamu memasang foto saat berlibur ketika liburan sendirian. Dengan memasang foto ini, jauh lebih baik, walaupun dilihat oleh teman kamu dan juga mantan kamu sekalipun.


Balas dendam? No way


Sebenarnya tujuan kamu membuat mantan menyesal itu apa? Jika kamu sudah move on dan tidak memiliki perasaan apa-apa lagi dengan mantan, sudah tentu kamu ingin balikan dengan doi, bukankah begitu? Karena itu kamu jangan melakukan hal-hal yang menunjukkan balas dendam. Contohnya memasang foto mesra dengan orang lain. Jika kamu mengumbar kemesraan bukannya membuat mantan kamu menyesal telah putus dengan kamu, justru mantan kamu akan merasa jijik. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan besar yang satu ini.

Jangan berusaha membuat mantan cemburu, karena itu hanyalah hal yang dilakukan oleh anak kecil. kamu harus berusaha untuk menjadi lebih dewasa, dan menyikapi persoalan dengan cara orang dewasa pula. Lagipula tidak mungkin kan kamu ingin selamanya memiliki sifat seperti anak kecil?

Yang terakhir jika akhirnya mantan kamu meminta kamu kembali. Maka ini terserah keputusan kamu, apakah memang kamu masih memiliki perasaan dengan doi, atau kamu ingin memiliki kehidupan yang baru tanpa ada doi, dengan kata lain move on. Sekian artikel tentang cara membuat mantan menyesal, sudah cobain tips ini belum? Semoga bermanfaat.

Lagu buat pacar yang masih ingat mantan, Buat nunjukin Cintamu


Lagu buat pacar yang masih ingat mantan

Kumpulan lagu buat pacar yang masih ingat mantan. Memang amat sangat menjengkelkan, rasanya seperti ingin membanting meja, jika pacar kamu masih teringat mantan. Tetapi kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, justru hubungan kamu bisa menjadi semakin runyam jika kamu menggunakan kekerasan. Cara yang tepat untuk membantu pacar bisa move on dari mantannya adalah dengan menunjukkan rasa cinta kamu yang besar kepadanya. 

Ada banyak cara untuk melakukan hal tersebut. Salah satu yang mudah untuk dilakukan adalah memberikannya lagu untuk didengar, kamu bisa mengirimkan link Youtube Music Video ke Facebook pacar, atau mengirimkan CD musik terbaru ke pacar kamu yang sekarang. Tetapi bukan sembarang lagu yang kamu kirimkan, melainkan lagu yang dapat membantu doi untuk melupakan mantannya. Mari baca selengkapnya.

Daftar lagu untuk pacar yang masih teringat mantan

 

Lagu buat pacar yang masih ingat mantan

Untuk kamu yang bingung memilih lagu mana yang tepat untuk didengarkan pada pacar, agar bisa move on dengan cepat dari mantannya, antara lain:
  1. Yovie & Nuno dengan lagunya "Janji Suci"
  2. Judika dengan lagunya "Bukan rayuan gombal"
  3. Yovie & Nuno dengan lagunya "Tak setampan Romeo"
  4. Ari Lasso dengan lagunya "Cinta terakhir"
  5. Armada dengan lagunya "Wanita paling berharga"
  6. Motif band dengan lagunya "Tuhan jagakan dia"
  7. Ungu dengan lagunya "Dirimu satu"
  8. Wali band dengan lagunya "Dik"
  9. Ari Lasso dengan lagunya "Rahasia perempuan"
  10. Papinka dengan lagunya "Hitungan cinta"
  11. Acha Septriasa dengan lagunya "Sampai menutup mata"
  12. Vagetoz dengan lagunya "Betapa aku mencintaimu"
  13. Lyla dengan lagunya "Lebih dari bintang"
  14. Rosa feat Ungu dengan lagunya "Kupinang kau dengan Bismillah"
  15. Zivilia dengan lagunya "Aisiteru 3"
  16. Naff dengan lagunya "Akhirnya ku menemukanmu"
  17. Andhika feat Ussy dengan lagunya "Kupilih hatimu"
  18. Anji feat Titi Kamal dengan lagunya "Resah tanpamu"

Itu merupakan beberapa list lagu romantis untuk pacar kamu yang masih teringat mantan, yang versi Indonesia. Sesungguhnya masih banyak lagu yang dapat kamu cari, yang penyanyinya dari luar negeri. Lagu-lagu tersebut tidak kalah bagus dan tidak kalah efektif untuk membantu pacar supaya bisa move on.

Apa saja list lagu tersebut? Yuk disimak ...


Daftar lagu barat Romantis terbaru untuk pacar


  1. Justin Timberlake dengan lagunya "Can't stop the feeling"
  2. Drake feat Wizkid & Kyla dengan lagunya "One dance"
  3. The Chainsmoker ft Daya dengan lagunya "This is what you came for"
  4. Desiigner dengan lagunya "Panda"
  5. One Republic dengan lagunya "Native"
  6. Sia ft Sean Paul dengan lagunya "Cheap Thrills"
  7. Sountrack dengan lagunya "Into the Woods"
  8. Bon Jovi dengan lagunya "Always"
  9. Jhon Mayer dengan lagunya "Xo"
  10. Jason Mraz dengan lagunya "I'm yours"
  11. Jhon Legend dengan lagunya "All of me"
  12. Pink Floyd dengan lagunya "I wish you were here"
  13. Radio Head dengan lagunya "Thinking about you"
  14. David Cook dengan lagunya "Always be my baby"
  15. Jhon Legend dengan lagunya "We just don't care"

Tips

Juga ada lagu-lagu Korea yang romantis, di mana sekarang memang sedang tren lagu dan film Korea. Tips untuk kamu, lebih baik lagu tersebut didengarkan berdua ketika sedang kencan. Sekian artikel tentang lagu buat pacar yang masih ingat mantan, buat menenangkan perasaan. Semoga bermanfaat.

Cara Balikan Sama Mantan Jika Cara-cara yang Lain Gagal Terus


Cara Balikan Sama Mantan

Cara balikan dengan mantan. Situasi susah move on sudah pasti dialami ketika putus dengan pacar. Khususnya saat hubungan itu telah bertahun-tahun dijalani. Jika kamu ingin mendapatkan kesempatan berdua, maka ada cara yang dapat kamu coba. Jadi kamu jangan putus asa terlebih dahulu, sebelum kamu mencoba menggunakan cara-cara yang akan kami sharing sekarang ini. Siapa tahu dengan menerapkan cara ini, bisa membuat kamu balikan lagi dengan si doi, hubungan pun bisa bertahan hingga jenjang pernikahan.

 Cara Balikan Sama Mantan Jika Cara-cara yang Lain Gagal Terus

Cara balikan sama mantan yang baru putus


Sesungguhnya untuk kamu yang baru putus, maka balikan dengan mantan itu lebih mudah, karena perasaan masih cukup dalam, baik pada diri kamu maupun mantan kamu. Apalagi jika alasan penyebab putusnya tidak berat. Maka keinginan kamu untuk mencoba balikan dengan si doi bisa diwujudkan dengan lebih mudah. 

Yang terpenting yang harus kamu lakukan adalah membuat mantan kamu merasa jika doi masih dibutuhkan, yakni dengan cara membuat perasaan cintanya pada kamu bangkit kembali. Nah, kami yakin 90% dari kamu pasti bingung bagaimana cara untuk melakukan hal tersebut, langsung saja yuk kita simak ke panduannya.

1. Memberikan waktu

Sesudah kamu putus, di sini kamu dan mantan akan membutuhkan waktu menenangkan diri. Karena ini melibatkan perasaan. Pada situasi tersebut, kamu jangan buru-buru untuk minta balikan. kamu harus memberi mantan kamu waktu supaya lebih tenang serta mengatasi emosinya. Tunggulah emosi mantan mereda, setelahnya baru kamu meneruskan keinginan kamu untuk dapat balikan dengan doi. 

Selama kamu menunggu, jangan lupa untuk introspeksi diri. kamu renungkan kembali apa yang menyebabkan kamu putus sebelumnya, pasti ada alasan untuk itu, atau jika penyebab putus adalah karena kekurangan pada mantan, maka kamu harus belajar untuk menerimanya. Ini merupakan langkah awal yang penting jika memang kamu niat balikan lagi dengan mantan.

2. Memaafkan

Ini masih merupakan kelanjutan dari tips sebelumnya. kamu harus bisa memaafkan mantan kamu. Walaupun putusnya sudah cukup lama, kamu tentu masih ingat mengenai faktor penyebab hubungan cinta kamu dengan mantan kandas di tengah jalan. Di sini merupakan waktu yang tepat untuk kamu berpikir dengan jernih. 

Apabila memang itu dikarenakan kesalahan yang kamu lakukan, maka kamu harus berani untuk meminta maaf pada mantan kamu, kamu tunjukkan rasa penyesalan apabila memang kamu sudah melakukan kesalahan sebelumnya. Tetapi sebaliknya apabila memang kesalahan yang menyebabkan hubungan kamu dengan mantan hancur berasal dari mantan kamu, maka ini waktunya kamu menunjukkan apakah memang diri kamu sudah dewasa atau belum, dengan bisa berlapang dada memaafkan kesalahannya.

3. Mengutarakan keinginan

Semua itu tidak akan berhasil, jika kamu tidak mau berkomunikasi dengan mantan. Juga, kamu harus mau membuang gengsi dan mengutarakan keinginan kamu untuk baikan dengan mantan. Selanjutnya adalah memulai semuanya dari awal. Hubungan yang baru. 

Sebenarnya meminta untuk kembali dengan mantan itu lebih mudah, dibandingkan saat pertama kali mengutarakan perasaan kepadanya. Setelah kamu melakukan hal ini, yang perlu kamu lakukan adalah menunggu jawaban dari mantan kamu. Mungkin saja doi masih membutuhkan waktu, jadi kamu harus bersabar, berikan waktu kepadanya untuk berpikir terlebih dahulu.

Apapun keputusan final yang didapatkan, kamu harus bisa menerimanya. Sekian artikel tentang cara balikan sama mantan, jika cara-cara yang lain gagal terus. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Arti mimpi bertemu mantan pacar, Justru sesuatu yang baik, Kok bisa?


Arti mimpi bertemu mantan pacar

Arti dari mimpi bertemu mantan pacar ? Fakta apabila kamu sudah putus dengan mantan pacar, dan kamu juga sudah berhasil menemukan cara move on, namun mengapa tiba-tiba suatu hari kamu bermimpi mantan pacar, walaupun mungkin dalam mimpi tersebut kamu hanya bertemu dengannya.

Entahlah, apa ini mimpi yang diinginkan oleh kamu atau bukan, yang pasti, membuat kamu penasaran, bukankah begitu? kamu pasti penasaran apa yang dimaksud dari mimpi tersebut, kenapa kamu bisa mendapatkan mimpi seperti itu, apakah itu sebuah pertanda atau yang lain? Sebelum kamu berasumsi yang tidak-tidak, baca dulu artikel ini hingga selesai!

Arti mimpi bertemu mantan pacar

Mimpi mantan pacar


Kenangan .. Ya! Kenangan tentang hubungan kamu sebelumnya sudah terekam di dalam otak, dan tidak terhapus walaupun kamu sudah putus bahkan sudah move on dari mantan. Apalagi jika kamu dahulu pacaran dengan kurun waktu yang cukup lama, sudah pasti memori tersebut melekat dengan cukup kuat.

Apakah arti mimpi bertemu mantan pacar itu "Masih belum move on?"


Berdasarkan informasi dari situs mancanegara yang membahas tentang arti mimpi, disebutkan jika mimpi bertemu dengan mantan pacar itu bukan berarti kamu masih belum dapat move on. Ini termasuk mimpi melakukan "Sesuatu" dengan mantan pacar. Disebutkan oleh seorang pakar, jika mimpi mengenai mantan pacar sesudah sekian lama terpisah itu adalah sinyal jika orang itu sudah, atau minimal sudah kembali normal lagi. Mungkin kamu menganggap teori ini aneh, tetapi fakta menunjukkan seperti itu, jadi mau tidak mau ya harus diterima.

1. Kondisi emosi

Saat seseorang sedang mengalami keadaan emosi yang terpuruk, diakibatkan karena putus hubungan atau putus cinta, maka semua hal yang berkaitan dengan kekasihnya tersebut akan menempati di bagian terdepan dari pikiran. Pada waktu tersebut, maka akan benar-benar mudah bagi hati atau perasaannya untuk meminta data ke otak. Walaupun sedikit saja memori tersebut terbangkitkan, maka akan muncul perasaan marah atau menangis.

2. Memori yang terlupakan

Saat diri seseorang sudah dapat menempatkan ingatan hubungan dengan mantan dalam bagian otak yang lain, yang jauh, lebih sulit untuk emosinya meminta data ke otak, sebab lokasi dari memori tersebut sudah tumpang tindih dengan memori yang baru, yang lebih penting. Karenanya akan sulit bagi diri orang tersebut untuk menjadi marah atau sedih, sebab respon yang diberikan otak menjadi lebih lama dari kebutuhannya.

Apakah penjelasannya sulit dimengerti? Baca ini ..

Di sini dapat disimpulkan jika intinya memori tersebut masih ada, dan terkubur dalam serpihan memori yang baru yang dapat dikatakan lebih penting, tetapi suatu waktu, dalam tidurnya, memori tersebut dapat terangkat kembali dengan bentuk mimpi. Oleh karena itu jika kamu berhasil mendapatkan mimpi bertemu dengan mantan pacar, seharusnya bahagia, itu menandakan jika kamu sudah berhasil move on, dan berhasil mengubur memori tersebut di bagian yang tak penting.

Perlu diketahui juga bahwa bermimpi bertemu dengan mantan pacar itu bukan berarti orang yang memimpikan hal tersebut masih mencintai mantannya. Pemicu mengapa bisa mimpi seperti itu karena ketidaksetiaan yang bersangkutan ke pasangan mereka yang baru, dan harapan mengenai cinta yang tak dapat dipenuhi oleh pasangan baru mereka. Sekian artikel tentang arti mimpi bertemu mantan pacar, apa kamu pernah mengalaminya?

Begini Loh Cara Mengetahui Dia Suka Sama Kita Atau Enggak



Sebagai manusia yang sudah cukup umur dan membutuhkan pasangan, pastinya kita akan mulai mencari dari lingkungan pergaulan di sekitar. Dalam proses pendekatan, kerap kali kita dibingungkan apakah orang yang kita dekati juga memiliki perasaan yang sama pada kita atau tidak.


Cara Mengetahui Dia Suka Sama Kita Atau Enggak


Karena jika iya, kita akan dapat meneruskan hubungan ke jenjang berikutnya yang lebih serius karena satu sama lain memiliki perasaan yang sama. Namun jika tidak dan memang tidak ada kecocokan, kita bisa berhenti mencoba mendekatinya dan berpaling pada orang lain. 

Ada beberapa cara mengetahui dia suka sama kita atau enggak yang bisa kita coba untuk terapkan. Yang pasti harus dilakukan adalah memperhatikan gerak-geriknya karena perasaan seseorang seringkali akan tercermin dari bagaimana dia bertindak sehari-hari. 

Jika dia mulai menunjukkan perubahan perilaku dan caranya dalam memperlakukan kita juga berbeda, maka ini bisa berarti bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama untuk kita. Kepekaan sangat dibutuhkan dalam mendeteksi apakah dia menyukai kita balik atau tidak.

Cara mengetahui dia suka sama kita atau enggak di antaranya adalah sebagai berikut, seperti yang tercermin dari perilaku dan juga perkataannya.


Cara Mengetahui Dia Suka Sama Kita Atau Enggak

1. Dia mulai menaruh perhatian lebih pada kita. Termasuk di antaranya adalah mengkhawatirkan saat kita harus pulang sendirian atau menghampiri kita saat dia melihat kita sedang sendirian saja tanpa bersama siapapun. 

2. Perhatian yang diberikan juga bisa berupa kiriman pesan singkat atau telepon untuk menanyakan kabar atau sekedar berbasa-basa saja. 

3. Dia juga mulai mengerti kebiasaan-kebiasaan kita karena dia mencoba untuk mengenal kita lebih jauh. Mulai dari kebiasaan kecil hingga kebiasaan besar, biasanya sudah akan dipahami oleh orang yang juga menaruh perasaan pada kita. 

4. Bisa jadi, dia juga akan memperlakukan kita secara lebih spesial. Seperti mendahulukan kita daripada orang lain atau teman-temannya dalam melakukan sesuatu atau juga menawarkan tumpangan pulang. 

5. Secara umum, dia akan berusaha menjadi orang yang baik untuk kita dan selalu ada untuk kita. Perhatiannya yang semakin besar pada kita bisa jadi merupakan satu tanda bahwa dia tengah berusaha untuk memenangkan hati kita juga.

Cara mengetahui dia suka sama kita atau enggak ini bisa berbeda sedikit kalau dia memang termasuk orang yang dingin dan cuek. Namun rata-rata, perhatian lebih adalah tanda utama dari seseorang yang menaruh perasaan pada orang lain.

Apabila dia sudah menunjukkan tanda-tanda di atas, maka kita sudah seharusnya peka dan menanggapi secara berbeda. Kita bisa mulai membalas setiap pesan dan panggilan telepon yang dibuatnya untuk kita. Menanggapi perhatian dari dia juga tidak perlu dilakukan secara berlebihan, karena hal ini bisa jadi membuatnya berpikir bahwa kita adalah orang yang agresif. 

Cukup tunjukkan bahwa kita juga peduli padanya dan membalas setiap perhatian yang dia berikan. Dalam tahap ini, kalian berdua akan sama-sama tahu bahwa kalian saling menyukai. Hubungan pertemanan bisa berlanjut menjadi pasangan apabila masing-masing saling peka dengan perhatian yang ditunjukkan satu sama lain.

Namun apabila ternyata dia nggak menunjukkan tanda-tanda seperti di atas, itu mungkin artinya dia hanya menganggapmu sebagai teman saja dan hanya ingin hubungan kalian sebatas teman. Tidak perlu berkecil hati dan ingat bahwa jodoh tak akan ke mana.


Cara Mengetahui Dia Suka Sama Kita Atau Enggak

Setidaknya, kalian masih bisa menjalin hubungan pertemanan yang baik dan saling mendukung satu sama lain sebagai teman. Kita masih bisa melakukan pendekatan pada orang lain yang bisa saja justru akan menjadi pasangan kita yang lebih baik daripada dia. Tidak cocok dengan satu orang bukan berarti tidak cocok dengan semua orang. 

Kita harus berhenti merasa berkecil hati dan mulai membuka hati untuk orang lain. Atau, bisa jadi selama ini kita terlalu memperhatikan dia hingga tidak menyadari adanya orang lain yang diam-diam menaruh perasaan suka juga pada kita. 

Yang diperlukan memang adalah rasa peka dalam menyadari perhatian orang-orang di sekitar kita. Itu dia beberapa cara mengetahui dia suka sama kita atau enggak. Semoga uraian di atas bermanfaat.

Ini Dia Beberapa Cara Move On Dengan Cepat



Setelah hubungan berakhir, seringkali kita membutuhkan waktu untuk bisa move on alias melupakan perasaan pada pasangan yang dulu sempat ada. Beberapa orang bisa move on secara cepat, tapi banyak juga yang membutuhkan waktu lama agar bisa melupakan mantan pasangan dan berpindah ke lain hati.

Cara move on dengan cepat
 
Cara move on dengan cepat diperlukan agar kita tak berlama-lama merasa sakit hati atau masih terngiang-ngiang akan pasangan terdahulu. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar bisa dengan cepat move on. Pertama adalah kita harus memastikan bahwa keputusan untuk berpisah dengan pasangan adalah keputusan yang tepat dan telah dipikirkan secara matang-matang.

Kita harus yakin bahwa inilah keputusan yang terbaik agar tidak ada penyesalan dan susah move on ke depannya. Apabila kita sudah merasa bahwa perpisahan adalah jalan terbaik, seharusnya kita juga bisa merelakan bahwa setelahnya kita tidak akan bersama pasangan lagi dan semua rasa yang dulu pernah ada harus dihapuskan. 

Cara move on dengan cepat berikutnya adalah dengan melakukan berbagai kegiatan yang akan mengalihkan perhatian kita agar tidak terus terpikir mantan.

1. Lakukan hobi kita yang dulu mungkin tidak bisa dilakukan dengan bebas saat masih menjalin hubungan. 

Mengerjakan sesuatu yang kita gemari akan membuat kita merasa senang dan mengalihkan perhatian sementara dari bayang-bayang mantan pasangan.


2. Pergilah travelling atau berlibur ke tempat-tempat yang belum pernah kita datangi sebelumnya. 

Wisata alam terutama akan menyegarkan pikiran dan membuat sedikit beban kita terangkat. Rekomendasi wisata alam yang banyak dituju wisatawan diantaranya adalah pantai, gunung serta danau.


3. Pergilah bersama teman-teman kita dan habiskan banyak waktu bersama mereka. 

Kita mungkin telah kehilangan banyak waktu bersama teman saat masih menjalin hubungan dengan pasangan dulu. Inilah waktu yang tepat untuk menjalin kembali pertemanan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama mereka.


4. Selain menghabiskan waktu berkualitas bersama teman-teman, kita juga bisa berlibur bersama keluarga. 

Waktu berkualitas dengan keluarga juga bisa menjadi obat patah hati yang ampuh.

Termasuk dalam cara move on dengan cepat adalah menemukan pengganti dari mantan pasangan kita terdahulu. Ini sekaligus akan membantu kita agar bisa cepat berpaling dari hubungan di masa lalu.

1. Perluas lingkungan pergaulan dan cobalah untuk mengerjakan berbagai aktivitas baru yang memungkinkan kita untuk bertemu dengan banyak orang yang sebelumnya tidak kita kenal. Termasuk di antaranya adalah bergabung dengan kelompok kegiatan sosial, pecinta alam, klub buku dan kegiatan-kegiatan lain yang sesuai minat masing-masing.

2. Terbukalah dengan orang-orang baru yang kita temui dan jalin komunikasi yang hangat dengan mereka. Jangan menjadi orang yang tertutup dan menyisihkan diri dalam pergaulan sehari-hari, karena ini justru akan membuat kita semakin susah move on.

3. Kalaupun kita tidak menemukan pasangan baru dalam kegiatan-kegiatan ini, setidaknya kita telah mendapat kenalan baru dan menghabiskan banyak waktu bersama mereka. Ini termasuk dalam mencari kesibukan sehingga pikiran kita tidak akan terus terbayang mengenai mantan pasangan.

Move on bukan berarti kita membenci mantan pasangan terdahulu. Apabila perpisahan terjadi secara baik-baik dan bukan karena salah satu pihak melakukan kesalahan besar, maka tak ada salahnya untuk terus berteman baik dengan mantan pasangan.

Hanya saja, apabila kita sudah memutuskan untuk move on, maka jangan berkeinginan untuk kembali pada mantan pasangan karena hal ini akan menghancurkan usaha kita dalam move on. Jalin hubungan baik dengan tetap berkomunikasi seperlunya saja dan tidak mengarah ke kembali menjadi sepasang kekasih.

Dalam menerapkan aneka cara move on dengan cepat di atas, kita juga harus konsisten dan jangan setengah-setengah. Ini dilakukan agar kita mantap dalam melangkah maju dan tidak terjebak di hubungan masa lalu.

Demikian adalah beberapa cara agar kita bisa move on dengan cepat dan bahkan menemukan pasangan baru. Yang terpenting adalah kita merasa bahagia dengan hubungan yang dijalani atau sedang tidak dijalani. 

Apabila tetap single justru bisa membuat kita bahagia dan tidak terkekang, maka akan lebih baik jika kita tidak dulu mencari pasangan baru setelah move on. Semoga tips di atas bermanfaat dan selamat mencoba :)
 

Pacaran Cuma Sebentar Tapi Sakitnya Lebih Dalam Karena Alasan Ini Ladies


Ketika sedang masa-masanya pacaran pastinya kita berharap dapat melanjutkannya ke pernikahan. Apalagi jika kita dan pasangan sudah saling berkomitmen untuk menjalani hubungan yang lebih jauh. 

Tapi bagaimana jika dia bukanlah jodoh kita? Tentunya semua hubungan yang sudah dijalin akan berakhir sia-sia. Tapi setidaknya kamu dan pasangan sudah sama-sama saling mempertahankan.

Seberapa lamapun kita berpacaran yang namanya luka pasti ada. Rasa sakit terkadang lebih dirasakan oleh kita yang waktu pacarannya baru sebentar bukan yang sudah bertahun-tahun.
 
Menjalin hubungan yang lama dengan pacar memang memiliki ikatan yang lebih kuat dan kenangan yang lebih banyak. Tapi ada beberapa alasan yang membuat mereka lebih susah move on padahal baru sebentar pacaran, berikut ini alasannya.


nangis





1. Senang ada yang memperhatikan setiap saat tapi merasa kehilangan saat putus


Saat hubungan cinta kalian baru saja dimulai, pastinya kalian masih sering menjalin komunikasi setiap saat entah itu SMSan, telponan, BBman hanya untuk menanyai kabar, mengingatkannya makan atau penasaran dengan aktifitas dia saat itu. Tidak aneh jika kamu melakukannya karena kamu sedang kasmaran, justru aneh jika kamu atau pacarmu malah cuek ketika baru jadian, mungkin cintanya perlu ditanyakan. 

Berkomunikasi melalui handphone dan mendapat perhatian dari pacar memang menyenangkan apalagi disaat awal jadian, hal itu akan membuat kamu merasa sangat nyaman diperhatiin sama dia karena dia akan terus menemani hari-harimu, jadi kamu gak merasa kesepian.


Kenyamanan yang kamu dapat setiap hari seketika menjadi rasa sakit yang dalam saat dia tiba-tiba memutuskanmu begitu saja. Hari-harimu yang sebelumnya selalu diperhatiin, ditelpon, dll, sekarang harus membiasakan diri hidup tanpanya. Butuh waktu dan kesabaran untuk move on. 



2. Ditinggalkan ketika lagi sayang-sayangnya


Ketika pacaran sedang berjalan beberapa bulan, kamu dan pasangan pastinya akan merasakan hal-hal yang indah. Kamu baru memasuki tahapan awal, mencoba untuk saling mengenal lebih dekat dan mencari kecocokan satu sama lain. Hal itu dikarenakan kamu dan dia sedang sayang-sayangnya.

Namun apa yang yang terjadi jika hubungan kalian yang sedang hangat-hangatnya harus berakhir dengan tiba-tiba? Entah karena dia merasa tidak menemukan adanya kecocokan atau dia telah menemukan orang lain yang membuatmu lebih tertarik atau bisa juga karena dia lebih memilih masa lalunya. Putus sudah menjadi pilihan yang tidak bisa lagi ditawar.

Merasakan hal tersebut, terlebih lagi jika kamu sedang sayang-sayangnya ke dia pasti sakitnya luar biasa. Banyak impian yang kamu harapkan bersama belum terwujud dan harus berhenti seolah tidak terjadi apa-apa. Kamu dipaksa berhenti meskipun kamu baru mulai berjuang.



3. Belum banyak Kejelekan yang terlihat, dia adalah sosok yang sempurna


Namanya juga pasangan baru, pastinya belum banyak kejelekan yang diketahui dari pasangan. Dia masih terlihat sempurna segala-galanya di matamu, hal itu membuatmu merasa sangat beruntung bisa berhubungan bersamanya.
   
Sedangkan hubungan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun akan merasa kebal dengan semua keburukan masing-masing dan membuat kamu dan dia saling memaklumi. Lain lagi jika kalian baru saja memulai kisah cinta, lalu tiba-tiba harus berakhir di tengah jalan. Pastinya, yang ada dipikiran selalu terbayang kebaikan-kebaikan yang pernah dirasakan. Butuh waktu yang tidak sedikit untuk bisa mengikhlaskan perpisahan yang telah terjadi.



4. Jarang Berantem tapi sekalinya berantem langsung bubar


Ketika baru memulai kisah cinta, tentu belum banyak masalah yang terjadi. Meskipun jarang bertengkar atau belum pernah bertengkar sama sekali, tapi sekalinya muncul masalah, hubungan menjadi panas dan kalian sama-sama memutuskan untuk berakhir. Di awal-awal hubungan kalian yang indah berakhir dengan kalimat putus.


Lalu kenapa lukanya lebih dalam? Sebelumnya hubungan kamu dan dia baik-baik saja, tidak pernah ada masalah. Tapi ketika masalah datang bahkan untuk yang pertama kalinya, kamu dan dia tidak mau berjuang mengatasi masalah tersebut, lalu kalian sama-sama menyerah begitu saja. Kamu dan dia sama-sama berpandangan bahwa dia gak ada usahanya dan mending udahan aja.


Kamu merasa bahwa upayamu untuk mulai memperbaiki hubungan menjadi sia-sia, karena dia tidak terlihat berjuang untuk kamu.


5. Bahagia memiliki pacar baru tapi cuma sebentar


Siapapun yang mempunyai pacar baru termasuk kamu pasti merasa sangat bahagia, apalagi kalau kamu udah lama jomblo. Kehadirannya akan menemani hari-harimu dan membuat hidupmu lebih berwarna, jadi kamu nggak kesepian lagi.

Belum lama kamu merasakan hubungan baru yang mungkin telah lama kamu nanti-nantikan, tiba-tiba harus menghadapi kenyataan yang pahit. Seperti luka lama yang belum sembuh, tapi harus mendapatkan luka baru yang membuat rasa sakit menjadi berlipat-lipat lebih perih.


6. Kamu mulai berpikir bahwa dia sama saja seperti yang lainnya


Ketika kamu memutuskan untuk memulai hubungan yang baru, tentu saja hal itu disertai dengan harapan yang baru. Menghindari kesalahan yang dulu dan sebisa mungkin untuk tidak mengulanginya kembali. Di awal-awal hubunganmu dengan dia, tentu saja kamu berharap memiliki kisah yang berjalan dengan indah dan berlanjut ke hubungan yang lebih serius. Mengharapkan kehadiran seseorang yang nantinya akan menemanimu dan menjadi penyeimbang hidupmu. Lantas hubungan yang kamu idam-idamkan harus kembali kandas meskipun baru berjalan sebentar, kamupun harus mengubur dalam-dalam harapan dan impian yang kamu banggakan itu.

Atas semua kejadian itu dia terlihat sama saja seperti cowok-cowok lain. Dialah yang bertanggungjawab atas hancurnya harapanmu untuk kesekian kalinya bahkan lebih sakit dari sebelumnya. Hal itu akan membuatmu tidak percaya terhadap laki-laki yang mendekatimu. 




7. Sudah update berbagai status di media sosial, malu ditanya ketika putus 


Hal yang dilakukan orang-orang jaman sekarang saat memulai hubungan baru adalah memamerkannya di medial sosial seperti facebook, twitter, path, dll. Tentu saja ada sebuah kebanggaan sendiri jika teman-teman kalian mengetahui kalian sudah mempunyai pacar alias sudah tidak jomblo lagi. Facebook yang dulunya sepi sekarang dipenuhi dengan status romantis kalian bedua. Teman-teman atau keluarga kamu pastinya bakal kepoin tentang pacar baru kamu, dan kamu memuji pacarmu hal yang baik-baik dihadapan mereka.

Setelah beberapa minggu kemudian pacar kamu memutuskanmu dan menghilangkan pertemanan di media sosial kamu. Teman-teman atau keluarga bertanya-tanya padamu, sedangkan secara mental kamu belum siap menghadapi kenyataan itu karena merasa malu karena pacaran juga baru sebentar.


8. Sering menghabiskan waktu berdua, lalu kandas begitu saja


Pastinya di awal-awal jadian kamu dan dia akan selalu menghabiskan waktu berdua diakhir pekan bersama. Ketika ada salah satu pihak yang membatalkannya, bisa membuat kalian sangat bete bahkan bisa memicu pertengkaran besar. Kalian berdua selalu ingin bersama-sama setiap saat dan tidak ada yang namanya bosan untuk bertemu. Jika ada kesempatan untuk bertemu, maka kalian akan berusaha mati-matian.

Kebahagiaan yang kamu rasakan harus berakhir ketika si dia harus meninggalkanmu begitu saja dan hal itu membuatmu terus merasakan kerinduan meski saat itu tidak ada lagi kehadirannya. Untuk mengikhlaskannya tidaklah semudah yang orang-orang pikirkan, 
rasa sakit yang kamu rasakan akan terus muncul saat kamu ingin melepaskan dia yang tiba-tiba pergi begitu saja. Butuh waktu cukup panjang untuk melupakannya. 



Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang pacarannya cuma sebentar tapi sakitnya lebih dalam. Tapi bukan hanya orang yang pacarannya sebentar saja yang sakitnya mendalam. Orang yang pacarannya lama maupun sebentar, kalau kedekatan atau emosinya sudah mendalam, rasa sakitnya bisa sama.


9 Cara Klasik Ungkapkan Cinta


Pekembangan teknologi di jaman sekarang sudah semakin maju, dengan kemajuan ini akan semakin mudah untuk mengungkapkan cinta kepada gebetan. Kita bisa menggunakan ponsel dengan aplikasi Whatsapp, BBM atau Line lalu mengetikkan 'i love you' atau kata-kata cinta andalan kalian dan mengirimnya. 

Tetapi mengungkapkan cinta dengan cara seperti itu akan terasa kurang spesial dan mungkin akan terlihat kurang serius di mata pasangan/gebetan. Cobalah ungkapkan perasaan cinta kamu dengan cara yang lebih romantis. Kamu bisa menggunakan cara-cara klasik seperti yang ada di film-film romantis atau novel sehingga kesannya terasa lebih romantis. Baiklah langsung saja kita simak cara-cara klasik yang romantis dalam mengungkapkan cinta.



Cara Klasik Ungkapkan Cinta


1. Surat Cinta

Surat cinta adalah cara klasik dalam mengungkapkan perasaan cinta yang sangat populer di jaman 90an sebelum maraknya penggunaan ponsel canggih seperti saat ini. Surat cinta akan terlihat lebih personal dan kirim-kiriman surat cinta yang ditulis dengan tangan akan jauh lebih romantis dibandingkan mengirim dengan aplikasi chatting atau SMS. 

Emosi yang didapat akan lebih terasa di hati pasangan/gebetan, buatlah sekreatif mungkin dan tulis dengan tulisan yang mudah dibaca tentunya. Berikan padanya secara langsung atau bisa juga berikan kejutan dengan menaruhnya di tas dia atau selipkan dihalaman buku yang kita pinjam. 

2. Bunga

Memberikan bunga biasanya hanya diberikan saat valentin saja, padahal memberikan bunga adalah cara yang sangat romantis ketika kamu sedang ingin mengungkapkan perasaan cinta kamu. 

Bunga tidak hanya untuk wanita saja, kita juga bisa memberikan bunga sebagai hadiah untuk pria. Karena bunga adalah tanda kasih sayang, menceriakan ruangan, dan sebagai tanda bahwa kita selalu memikirkan dia. Kamu bisa memberikannya bunga mawar sebagai lambang cinta dan kasih sayang.

3. Puisi Cinta

Puisi cinta merupakan curahan isi hati untuk menyatakan perasaan cinta terhadap seseorang. Mengungkapkan cinta dengan puisi akan lebih menyentuh dan menimbulkan kesan yang mendalam bagi pasangan. 

Kita mungkin tidak sepiawai Kahlil Gibran dalam membuat puisi cinta. Tetapi puisi cinta yang dibuat sendiri akan lebih romantis di mata pasangan.

4. Lagu Cinta

Bagi kamu yang pemalu atau tidak berani mengungkapkan cinta, kamu bisa mengungkapkan perasaan tanpa kata-kata lewat sebuah lagu romantis. Nyanyikanlah lagu-lagu yang menyentuh hati di hadapan pasangan ataupun gebetan, hal ini bisa membuatnya tersipu-sipu.

5. Surat Kabar

Membuat surat kabar untuk mengungkapkan cinta adalah cara yang sangat klasik, tapi cara ini masih disukai oleh pasangan. Buatlah surprised dengan membuat artikel dan iklan di surat kabar yang sering dia baca dan ungkapkan cinta kamu. Dia pasti terkejut melihat ada namanya di surat kabar tersebut.


6. Ungkapkan Dengan Kreatif

Jika sedang dipantai tulis nama kamu dan pasangan di pasir lalu foto atau tulis catatan dan masukkan ke dalam botol dan biarkan botol itu mengambang lalu suruh dia untuk membuka dan membaca isinya.

7. Karya Sendiri

Jaman dulu mungkin untuk memberikan hadiah yang spesial kepada pasangan dengan membuat karya sendiri. Cara klasik ini dapat kamu coba dengan membuat hadiah hasil karya sendiri seperti lukisan, album foto dan lain-lain. Hadiah yang diberikan dengan hasil karya sendiri akan terasa lebih spesial.

8. Lagu di Radio

Jika pasangan atau gebetanmu sering mendengarkan radio, cari tau stasiun radio yang suka dia putar lalu buat kejutan dengan nyatakan perasaan kamu. Atau kamu dapat request lagu yang menyentuh di radio yang ditujukan kepada pasangan. Ketika dia mendengarkannya dia akan segera menghubungi kamu.

9. Berjalan di Alam Terbuka

Ajaklah pasangan kamu jalan-jalan berdua di tempat terbuka seperti taman, pantai, pegunungan dan tempat-tempat  wisata alam terbuka dengan pemandangan yang indah. Pemandangan yang indah akan menciptakan suasana yang romantis yang tidak terlupakan, suasana akan lebih mendukung di sore hari dengan sunset yang indah. Itu akan menjadikan kesempatan terbaikmu untuk mengungkapkan perasaan cinta kepada pasangan.


Itulah beberapa cara klasik dalam mengungkapkan cinta kepada pasangan maupun gebetan. Apakah kamu pernah melakukannya? Jika belum pernah cobalah sekali-sekali melakukan salah satu cara diatas.
Atau jika kamu punya cara klasik lainnya dalam mengungkapkan cinta silahkan share di kolom komentar.. Terima Kasih :)

Cerita Pendek - Love Story (Unknown)


Cerita Cinta



Those who are heartless, once loved too much. - Unknown

“Gak semua permasalahan bisa kamu selesaikan pake logika, Lex. Kamu kira, kamu dikasih perasaan tuh buat apa?”

Entah yang ke berapa kalinya dia bentak aku dengan pernyataan seperti itu. Makanya kali ini aku diam saja. Aku pikir, dia juga akan bosan denger jawaban aku – seperti aku bosan denger teguran dia itu – bahwa aku tidak bisa kontrol perasaan aku, jika saja bisa, pastilah sudah aku suruh perasaan aku itu untuk memberikan seluruh simpatinya padanya, pria paling sabar di hadapanku ini, yang menyebut dirinya pacarku.

Motor yang dikendarainya melambat. Mungkin karena sedari tadi dia tidak mendengar aku mengatakan sesuatu.

“Alex, kamu pernah sayang ama cowok?” Aku terdiam sejenak. Nada bicaranya sudah lebih lembut dibanding sebelumnya. Dia terdengar luka.

“Kenapa tanya kaya gitu?” Motornya masih melaju pelan.

“Kalau liat kamu saat ini sih, aku gak yakin jika kamu pernah atau bisa sayang ama cowok, Lex. Kamu gak tau gimana mestinya mencintai seseorang.”

Aku diam sejenak. Pikiranku melayang-layang mendengar pertanyaannya yang kuterjemahkan tidak sesederhana nada melecehkan darinya. Dia menunggu tanggapanku. Beberapa kendaraan melaju mendahului kami. “Aku bisa baik sama kamu. Aku selalu berusaha untuk buat kamu senang.”

Duduknya yang semula tegak langsung mengendur kecewa. Dia bilang aku memang baik. Aku selalu berlaku baik padanya, pada teman-temanku, tapi dia tidak pernah merasakan cinta dariku, dia tidak pernah merasa spesial. Kemudian motornya melaju kencang kembali setelah beberapa lama aku terdiam dan tidak menanggapainya. Aku memilih untuk tidak mengatakan apa yang ia ingin dengar. Aku tidak bisa.

***
Tanggal 7 ini tidak menyenangkan. Kami bertengkar gara-gara hal sepele menurutku. Gara-gara aku bilang kalau tanggal 7 nanti tidak usah ada perayaan khusus seperti ini. Satu tahun sekali saja cukup. Terus juga aku bilang dia alay kaya anak smp. Kemudian dia marah. Setelah aku mengalah untuk meralat pernyataan aku kalau perayaan tiap bulan itu tidak perlupun dia masih saja marah. Aku ngerti kemudian kenapa dia sampai marah seperti itu setelah dia jelaskan bahwa bukan perayaannya lagi yang jadi masalah, tapi cara aku menyikapinya. Dia bilang, harusnya aku senang kalau aku sayang dia.

Tadi setelah dia mengantarku hingga depan pintu gerbang kostku, dia langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi. Hanya mengacak rambutku saja mungkin, lalu menghilang. Sekarang seharusnya dia sudah sms seperti biasanya mengabari kalau dia sudah tiba di rumahnya. Tapi sms darinya tak kunjung kudapat juga, dan aku memakluminya.

Jam 10 malam itu tanggung sekali. Waktu dimana aku belum mengantuk tapi sudah terlalu lelah untuk melakukan sesuatu. Aku ambil ipodku, ku pasangkan pengeras suara, dan lagu kesukaankupun –stay- mengalun lembut mengantarku pada lamunku.

Aku tau gimana rasanya jatuh cinta. Aku pernah jatuh cinta. Sekali. Dan rasanya sebagaimana alaminya, jatuh itu selalu melukaiku.

***
Andra, gadis manis lugu kelas 5 SD, menangis memegang erat tangan mamah, khawatir dia akan meninggalkannya.
“Andra gak suka ketemu orang-orang baru, mamah. Andra phobia.” Jelasnya menggunakan kata yang baru dia pahami malam sebelumnya lewat film.
“Tapi mamah harus bekerja, sayang.”

Pegangan tangan Andra semakin erat. “Aku mohon, hari ini saja mamah ikut masuk kelas sampai beres nemenin aku.” Dia menyeka air matanya yang terus-terusan jatuh.
Dari kejauhan, terlihat bocah laki-laki menghampiri Andra. Raut wajahnya, cara dia berjalan, tatapan matanya, cara dia berpakaian seragamnya, semuanya membuat Andra takut. Sepertinya dia jahat, sehingga secara refleks dia mundur ke belakang mamah.
“Ini yah murid baru itu? Ayo, kelas udah mulai!” Kata si bocah ketus sekali sambil mengambil tangan Andra kemudian menariknya, namun dia berpegangan erat pada mamah.

“Dia malu.” Mamah menjelaskan.
“Kamu gak usah takut. Semua anak di kelas tunduk sama aku. Aku berjanji gak ada yang berani nyakitin kamu.” Tatapan si bocah berubah lembut.

Pegangan tangan Andra pada mamah perlahan mengendur. Dia melangkah pelan mengikuti tarikan tangan bocah itu. Dia melambai lesu pada mamah, tapi hatinya sudah jauh lebih tenang.

Usai memperkenalkan diri di kelas, bocah tadi berdiri dan membuat semacam pengumuman pada teman-temannya. Dia dengan lantang dan dingin bilang “Kalian jangan gangguin dia yah. Kasian. Dia pemalu.” Ibu guru tidak memberi komentar apa-apa, hanya tertawa kecil. Bocah itu yang kemudian diketahui bahwa dia ketua kelas menepati janjinya. Andra bisa belajar dengan tenang hingga kelas usai. Hingga SDnya usai.

***
Oh iya, soal kenapa bocah sampai ditunjuk sebagai ketua kelas, kata teman-teman, karena dia nakal. Guru percaya, dengan memberikan dia sedikit kepercayaan dan tanggung jawab, akan membuatnya berlaku lebih baik.

Andra pikir dia tetap nakal di kelas. Tapi gak bisa dibilang kalau dia tidak berubah. Andra tidak tau dia senakal apa sebelum dia dijadikan ketua kelas. Ah, tapi kalau dipikir-pikir, dia memang gak terlalu tau si bocah itu seperti apa. Dia gak terlalu tau teman-teman sekelasnya seperti apa. Dia jarang sekali berinteraksi dengan mereka.

 Hingga saat itu, yang dia tau tentang bocah itu hanya informasi-informasi umum saja seperti setiap jam istirahat adik perempuannya selalu mengantarkan bekal makanan padanya, dia suka menggerutu, tapi dia lihat dia sayang sekali pada adiknya, atau dia pernah jatuh di lapangan dan matahin tangannya,

Andra sangat khawatir saat itu, tapi dia tidak bisa berbuat banyak juga dan bereaksi seadanya berlaga santai, atau menurut gosip yang beredar di kelas, si bocah punya 4 mamah, Andra bingung sesaat saat mendengar berita tersebut terus tidak peduli, itu bukan urusannya, dia pikir. Ada beberapa hal juga yang bocah itu lakukan sehingga Andra bisa punya pemikiran bahwa dia itu nakal.

Tapi dia lupa dan tidak mempermasalahkan hal itu. Atau memang dia hanya memilih untuk ingat part dimana si bocah menepati janjinya untuk membuat teman-temannya tidak berani mengganggu Andra, dimana dia memberikan permen terakhirnya pada Andra saat dia terlihat kecewa tidak kebagian permen saat pembagian, ketika dia pura-pura kelelahan berlari saat pelajaran olahraga karena tidak mau meninggalkan Andra sendiri di belakang yang kerepotan menjaga agar asmanya tidak kambuh saat berlari. Dan semua itu cukup membuat dia percaya pada si bocah.

Dia jatuh cinta. Cinta sederhana yang membuat dia bersemangat hanya dengan melihatnya tiba di kelas di pagi hari, cinta sederhana yang buat dia ikut tersenyum dalam hati melihat senyumnya. Hingga baru dia tau beberapa tahun kemudian, si bocah bisa menjadi orang yang paling melukainya, membunuh cintanya yang tak lagi sederhana padanya, Gio Ghaisan Erlangga.

***
Alarmku berbunyi. Tiap pagi memang selalu berbunyi pukul 5. Semalam aku ketiduran rupanya. Lagu Stay masih mengalun lembut. Aku set  mode ulang seminggu terakhir ini. Aku memang begitu. Jika sedang senang terhadap satu lagu, akan kuputar berulang sampai bosan.

Aku mengambil hp-ku, kemudian kumatikan alarmnya. Tidak ada pesan. Hpku memang selalu sepi. Tapi biasanya setidaknya ada pesan dari pacarku, terlebih dia belum kasih kabar juga dari semalam, aku biarkan saja dulu. Karena hari ini aku kuliah pagi, jam 7, aku bergegas mandi. Baru sebelum berangkat ke kampus, aku kirim sms, “Reza, kamu baik-baik aja kan?” lalu aku bergegas pergi.

Hari Senin aku hanya punya jadwal satu mata kuliah saja. Semester 7 memang tidak sesibuk semester sebelumnya. Sisa sks yang harus ku ambil tinggal sedikit.

“Drrtttttt”, hpku bergetar di saku celanaku di sela-sela perkuliahan. Aku pelan-pelan membukanya, dengan hati-hati, karena walaupun aku duduk di bangku paling belakang, aku tetap harus waspada.
“Lex, I’m so sorry. Aku egois dan kekanakan banget semalam. Forgive me! Nanti aku jemput usai kamu kuliah. Seperti biasa, aku tunggu di lobby kampus kamu.” Aku tersenyum kecil. Dari pacarku rupanya.

Aku dan pacarku berbeda kampus, juga berbeda angkatan. Dia setahun lebih dulu dariku. Dia sekarang sedang menyusun skripsinya. Nah, jika tidak ada jadwal bimbingan, dia selalu menyempatkan untuk menjemputku dari kampus atau dari manapun juga untuk sekedar makan atau main bareng, kadang aku dia ajak menemaninya mengerjakan skripsinya atau bahkan aku kadang juga diajak ke kampusnya untuk menemani dia bimbingan skripsi.

Dan iya, itu berarti hampir setiap hari aku ketemu dia. Sedikit menyebalkan memang, tapi untuk kali ini, aku tersenyum. Aku tidak suka lama-lama punya masalah dengan orang yang dekat denganku.

Selesai kuliah, aku pamit pada teman-teman dekatku, segera menuju lobby untuk menemui Reza.

“Lex, titip salam yah buat Reza. Gue gemes liat dia. Ganteng banget.” Aku hanya tertawa kecil menanggapi candaan iseng dia dan teman-teman cewekku yang lainnya.

***
-Cinta itu jika sudah membodohkan-

Kemarin tanggal 7 September, 4 bulan lagi berarti kami genap tiga tahun resmi berpacaran. Banyak teman-temanku yang bilang kalau aku beruntung banget bisa punya pacar seperfect Reza. Iya, akupun tau kalau aku beruntung, aku sadar betul kalau pacarku ini gantengnya tidak biasa, baik, sabar, penyayang, pokoknya dia sosok ideal seorang pria idaman wanita, makanya aku bisa bertahan hingga hampir 3 tahun seperti ini bareng dia.

Jika aku bodoh, sudah sejak lama mungkin, sejak hubungan kami berumur sebulan dua bulan mungkin, aku tinggalkan dia. Sekarangpun bisa saja aku tinggalkan dia, tapi aku pikir, lebih baik aku bareng dia saja terus sampai aku muak dengan semua baik-buruknya dia yang tidak pernah bikin aku benar-benar senang. Dan lagipula setidaknya aku nyaman sama dia, walau kadang aku berpikir jika mungkin aku akan lebih nyaman sendirian. Selain itu, dia kan seru untuk aku pamer-pamerin dan bikin jealous temen-temen cewekku, juga aku tidak akan tega menyakiti orang yang selalu baik ama aku.

Reza yang sedang duduk di bangku lobby langsung melempar senyum padaku. Aku terpaku sejenak, jantungku berdegup agak kencang, lututku lemas, bukan karena senyum manis reza yang terasa hambar, tapi karena seseorang yang duduk disampingnya. Orang itu kuliah satu jurusan denganku. Orang yang yang sudah beberapa lama memberi efek ketidaknyamanan yang secara aneh ku sukai. Namanya yah?! Panggil saja dia si X.

Normalnya, aku pasti langsung kabur ketika menyadari kehadiran dia di sekitarku, auranya terlalu kuat. Namun sekarang sudah tidak mungkin lagi. Aku buru-buru mengatur diri. Segera ku balas senyu Reza dengan ceria. Ku hampiri Reza perlahan agar tidak mencolok dan menarik perhatian dia yang sedang anteng dengan hp-nya. Reza langsung menggenggam tangan kananku ketika aku meraihnya, kemudian menariknya keluar kampus. Orang itu masih tak bergeming. Thank God for that! Oh iya dan si Reza itu,  kami tampaknya akan jalan-jalan lagi seperti hari-hari biasanya. Iya, siapa yang tahu jika dalam beberapa bulan kedepan, aku akan menangisi semua kenangan tentang hari-hari yang aku anggap biasa ini. Kebersamaan kami tidak pernah jadi genap tiga tahun.


II

How hard you cling into the past, it’s already gone. – HIMYM

“Tanggal berapa sekarang, Yang?” aku yang seringkali tidak tau tanggal bingung saat harus mengisi kolom date di lembar tugasku.

“Tanggal 24.” Jawab Reza sambil tetap fokus nonton tv, effortlessly, tanpa harus mengingat-ingat dulu.

Aku diam sejenak. Tanggal 24 September. “Aku males ah ngerjain tugas ini sekarang. Besok aja. Buat lusa ini” Aku menyandarkan kepalaku di dipan kasurku, lalu ikutan nonton tv. “Could I smoke?”

Reza yang tadinya asik nonton, melirikku dan memandangku dalam. “NO!!!”
Aku OKAY-kan saja daripada nanti aku dia ceramahin panjang lebar, lalu aku sandarkan kepalaku di bahunya.

Reza tau aku udah merokok lumayan lama, sejak SMA. Aku ngaku ama dia. Dia sangat tidak suka itu. Dia bilang, normalnya dia akan ilfeel terus niggalin ceweknya jika tau dia merokok, seperti yang dia lakukan pada pacarnya sebelum aku.

Tapi dia juga nggak tau kenapa dia nggak melakukannya padaku. Sekarang dia cuma bisa pasrah. Dia bilang aku cold-blooded dan keras kepala susah diajak baik. Hal terbaik yang bisa dia lakukan ya memohon padaku untuk tidak merokok di depan dia. Aku nurut saja, aku juga agak-agak mikir sih kasian juga si Reza kalau harus jadi perokok pasif ketika dekat-dekat denganku.

“Kamu kenapa?” Wajah menawannya berkerut.

Tanggal 24 September, 5 tahun lalu, ketika aku masih aku yang ‘baik’, teratur, rapuh, sering nangis, menye-menye, ketika aku sangat jatuh hati pada dia yang aku sering tangisi di hari-hari berikutnya, ketika hujan, hujan pertama di musim penghujan, ketika pada akhirnya dia memintaku untuk jadi pacarnya, ketika aku senang sekali dan malu-malu jawab iya, aku tiba-tiba ingat itu semua. Itu ‘kenapa’ aku.

“Gak apa-apa.”

Aku ‘fokus’ lagi nonton tv. Sesekali aku dengar Reza cekikikan liat acara tv yang kayanya memang lucu. Aku tak bergeming.

***
Salah satu hari yang paling menyebalkan untuk Andra adalah ketika hari-hari penentuan mau masuk SMP mana. Jika dilihat dari prestasi sih tentu nggak bakal sulit. Tinggal pilih SMP paling baguspun di kotanya sesuai tuntutan orang tua, pasti masuk.

Yang jadi masalah saat itu yaitu bahwa yang diam-diam ia inginkan adalah bukan masuk smp paling bagus di kota, tapi masuk smp yang sama dengan Gio. Masalahnya yang lain lagi, Gio udah pasti nggak bakal berani daftar ke SMP paling bagus di kota. Nilai Gio kan banyak merahnya. Bukannya Gio bodoh, dia masa bodoh. Pilihan Gio jatuh pada SMP 3 dan SMP 8. Dia nekad menanyakan itu langsung pada Gio.

Andra menunda untuk menentukan pilihan saat itu. Dia bilang pada gurunya kalau besok baru dia akan datang lagi untuk mengisi formulir pendaftaran SMP. Kemudian dia pulang ke rumah.
“Mah, Andra masuk SMP 3 aja boleh?”

Jawabannya udah bisa ditebak. Ceramah panjang lebar yang diakhiri dengan perintah tegas kalau Andra harus daftar ke SMP 1 saja. Dia memutuskan untuk merajuk pada papah kemudian. Andra pikir papah akan lebih demokratis dalam hal seperti itu dibanding mamah. Seperti saat dia minta izin untuk ikut acara camping ke gunung, mamah tentu tidak mengizinkan Andra untuk ikut karena khawatir. Andra punya penyakit asma yang cukup parah.

Jika kambuh, dia akan tampak seperti mau mati kehabisan nafas. Mamah khawatir jika harus ikut camping, asmanya akan kambuh karena dinginnya udara gunung di malam hari. Namun, akhirya Andra pergi juga setelah papah mengizinkan. Mamah tentu saja menurut sama papah. Menurut papah, camping baik buat Andra. Dan yes, dia senang bisa camping bareng Gio, bisa 24 jam deket-deketan dengan Gio. Namun tampaknya untuk kali itu, Andra menyerah untuk daftar ke SMP 1 saja setelah papah pun memerintahkan demikian. Pilihannya jatuh pada SMP 1 dan SMP 8.

Jika saja bisa, aku akan peringatkan Andra untuk sadar jika Gio sangat berpotensi untuk mengacaukan hidupnya. Aku ingat si Andra kecil yang penurut, teratur dan tidak neko-neko pernah diam-diam menangis berdoa pada Tuhan usai sembahyangnya agar ia dan Gio tidak lulus di pilihan pertama, agar bisa sama-sama masuk di pilhan ke-2, SMP 8, SMP yang kurang bagus, juga untuk anak-anak nakal. Salah satu bentuk pemberontakan kecil untuknya saat itu. Untungnya Tuhan tidak mengabulkan doanya. Dia dan Gio sama-sama masuk ke pilihan pertama mereka masing-masing.

Setelah itu, bisa dibayangkan kan, satu kelas saja mereka hampir tidak pernah berinteraksi, apalagi berbeda sekolah. Tapi jangan dikira, si Andra ini ternyata keras kepalanya sudah dari dulu. Cinta sederhananya untuk Gio masih terpelihara dengan baik.

***
First love never dies. – anonim

SMP 1 lumayan jauh dari rumah, sehingga untuk pergi ke sekolah, Andra harus menggunakan angkutan umum. Setiap pagi, dia menunggu angkutan umum yang kosong untuk dia tumpangi. Begitu setiap hari. Hingga beberapa bulan kemudian, ketika Andra berangkat agak siang karena sakit perut, ketika dia melambaikan tangannya untuk membuat angkot yang akan dia tumpangi berhenti, dia terpaku dan kaget. Jantungnya berdegup kencang, lututnya lemas. Dia melihat sosok yang diam-diam sering dia rindukan, Gio.

Gio tentu saja juga melihat Andra. Dia kan duduk di bangku depan dekat supir. Mereka berdua saling tatap sejenak hingga angkot berhenti. “Pak, gak jadi maaf, ada yang ketinggalan.” Andra berteriak pada supir kemudian kabur. Angkot yang ditumpangi Giopun berlalu.

Andra canggungnya minta ampun. Dia juga tertutup dan hampir tidak pernah menceritakan masalah pribadinya pada siapapun juga. Mamah dan papahpun tidak begitu mengenal dia. Teman terdekatnya pun tidak pernah mengenal dia lebih jauh dari sekedar hahah-hihih bersama, jajan bersama, bekerja kelompok bersama.

Namun, Andra anak yang lumayan expresif. Dia nangis kalau dia sedih, ceria kalau dia senang, walaupun expresi mukanya datar. Dia hanya tidak terlalu suka terlalu terikat secara emosional dengan orang lain. Sehingga, kala itu, ketika matanya bertatapan dengan Gio, ketika sisi emosional dia terikat oleh Gio, dia bingung, lalu memilih untuk melarikan diri.

Namun, ketika Andra melihat penampakan Gio di angkot, dia sadar sesuatu. Dia ingat jika untuk ke sekolah, Gio juga harus menaiki angkot yang sama dengan yang biasa dia naiki. Hanya saja, Gio terbiasa berangkat agak siang.

Nah, itulah pemberontakan kecil Andra dikarenakan Gio selanjutnya. Sejak saat itu, setiap pagi, dia pergi ke halte pagi-pagi seperti biasa, dia duduk di halte pura-pura sibuk dalam waktu yang cukup lama melewatkan cukup banyak angkot kosong yang menuju sekolahnya. Dia menunggu Gio lewat. Gio, that she only saw for less that a minute could simply make her whole day.

Sejak saat itu, bisa ditebak, Andra ikut-ikutan Gio sering kesiangan masuk sekolah. Bahkan udah bukan hal yang aneh jika dia di strap beberapa menit di gerbang oleh petugas piket sebelum masuk kelas. Adakah yang menyadari perubahan itu? Tidak ada. Pemberontakan kecilnya itu masih bisa tertutupi oleh prestasi dia di sekolah. Nilai rapotnya selalu bagus, sehingga sebatas itulah laporan yang orang tua terima.

Ritual halte itu berlangsung cukup lama, hingga awal kelas 3 smp. Bukannya dia bosan atau insaf. Dia terlalu keras kepala untuk itu. Masalahnya, selama apapun dia menunggu di halte, Gio tidak pernah terlihat lagi. Setelah 2 minggu dia tidak menemukan Gio, barulah dia menyerah. Dia tidak pernah di strap lagi karena kesiangan masuk sekolah ataupun melihat dan mendengar kabar tentang Gio lagi.

***
“You’re toxic I’m sleeping under with a taste of a poison paradise...” Nada teleponku berbunyi. Dari papah rupanya.
“Halo, Pah.”
“Kaka, sehat kan?”
“Sehat, Pah. Ada apa?”
“Syukur deh. Kalau adek gimana? Sehat? Ada keluhan lagi soal kuliahnya?”

“Nggak ada, Pah. Dia baik-baik aja. Kemarin sore dia ke kostan kaka malah. Dia mau pulang lusa ke rumah besok katanya, dia mau tinggal di rumah dulu sampai mulai kuliah nanti lagi, kostannya udah habis. Ada apa? Papah ama mamah sehat kan?”

“Disini sehat kok, Ka. Ya sudah, semoga lancar yah kuliah kaka ama adek.”

Segera dia tutup teleponnya setelah kami mengucapkan selamat tinggal. Aku lempar hp-ku ke kasur, aku kembali fokus nonton.

Papah orangnya memang perhatian dan lembut terhadap anak-anaknya. Dia juga bijak sekali. Aku dan adikku segan dan kagum pada papah. Dia bisa mengorbankan kepentingannya untuk mendahulukan kepentingan kami.

Pokoknya aku bisa dibuat nangis sesenggukan oleh film atau lagu yang bertemakan ayah cuma karena ingat papah. Dia sosok idola di rumah. Dia sosok model harapan keluarga bangsa Indonesia di dunia yang sudah sulit dipercaya ini. Reza aja iri padaku dan adikku karena aku punya sosok papah ideal impian dia.

“You’re toxic I’m...”

Lagi?

“Yang, tolong ambilinlah.” Kataku pada Reza untuk mengambilkan hp-ku yang kulempar tadi. Dari mamah rupanya.

“Halo. Ada apa, mah? Barusan papah telepon juga nanyain kabar.”
“Oh iya papah telepon juga? Nggak ada apa-apa, sayang. Mamah cuma pengen denger suara kamu aja. Tadi telepon adek nggak diangkat terus.”

Kami ngorol lumayan lama. Mungkin sekitar 30 menit. Ngobrolin adikku yang sedang bermasalah ama kuliahnya, ngomongin kebiasaan aku merokok dan resiko kanker yang mungkin akan aku idap kalau tidak berhenti segera. Dia minta kau berhenti setidaknya hingga dapat kepastian dari dokter dulu.

“Mamah khawatirin kaka ama adek.” Dia mulai menangis.

“Aku baik-baik aja, mah. Adek juga kemarin ke kostan, dia cerita soal rencana dia pindah kuliah. Kalau kata Alex sih mending pindahin aja, daripada dilanjut juga bakal kacau. Tapi kabarnya baik juga, mah. Besok dia pulang ke rumah”

“Mamah gak tau, Ka. Keluarga kita kenapa jadi kacau begini?!” Dia nangis tambah kencang, kemudian pamit.

Aku paling tidak bisa berkata-kata bagus untuk menenangkan orang yang sedang sedih. Aku juga sedikit bingung, aku pikir mamahku agak overreacted soal masalah kuliah adikku yang kacau. Aku pikir sih itu masalah yang masih bisa diperbaiki.

Lagipula dia cuma akan kehilangan 1 tahun kan, dia bisa mulai baru lagi kuliah di tempat baru. Aku pikir, jika dilihat, adikku cukup mengambil pelajaran dari kesalahan yang telah dia perbuat.

“Reza, udah malem. Aku mau istirahat.”

Reza mengerutkan dahinya. “Mana mungkin baru jam 9 kamu udah ngantuk? Biasanya aja begadang. Kamu lagi mikirin apa, Lex?”

“Nggak ada apa-apa. Aku cuma capek aja hari ini, entah kenapa.”
“Oke.” Dia segera membereskan barang miliknya untuk segera pulang
“Lex... Aku sayang banget ama kamu. Entahlah, gak pernah sedalam ini sayang ama cewek. Dan aku serius ama kamu, Lex. Kamu selalu ada dalam perencanaan masa depan aku.”

Aku tersentuh. Heran, kok bisa ada orang yang bisa sesayang Reza sama cewek kaya aku. Aku tersenyum padanya. Senyum tulusku untuk orang yang sangat menyayangiku ini. “Makasih yah, Yang. Eh, kamu pake mobil kan yah?” Tanyaku sadar jika dia kadang pake motor, diluar hujan sedang deras, hujan pertama di bulan tahun ini.

“Iya. Selamat istirahat yah.” Sebelum ku antar ke gerbang, dia memelukku erat, aku membalasnya. Tak lama kemudian, diapun berlalu.


***
Udah hampir jam 12 malem. Kayanya aku bakal susah tidur malem ini, pasalnya barusan aku nyeduh kopi. Malem-malem dan hujan begini, enaknya ya memang begini. Reza udah sms sejak tadi kalau dia sudah sampai kostannya, dan sekarang dia sudah tidur.

Aku mengambil novel yang sebelumnya telah 80%an selesai aku baca. Aku berniat menyelesaikannya malam ini. Sebenarnya aku tidak terlalu terbiasa membaca novel bergenre drama. Aku lebih suka genre science fiction atau biografi tokoh inpirational.

Tapi karena dari sekian banyak novelku, yang belum aku baca yah yang bergenre drama ini, dan aku lumayan suka membaca, jadi ya aku baca juga. Bukannya aku tidak suka genre drama, tapi yang terekam kuat dalam ingatanku, pernah aku membaca novel teenlit dulu saat sma yang berjudul “dealova”.

Aku benci ceritanya. Sad ending untuk si tokoh yang aku sangat suka, yang mengingatkan aku padanya, yang ceritanya kurang lebih sama denganku. Novel itu, disaat kenangan tentangnya tidak lagi membuatku menangis, mengikat aku ke dalam cerita yang membuatku merasa kembali mengalami kisah kami dulu. Aku menangis lagi 3 hari tiada henti. Sejak itu, aku jadi sering ciut duluan untuk baca novel semodel itu.

Si novel “Taj Mahal” ini ya seru juga. Ah, cinta itu bodoh. Jahanara malah jatuh cinta pada pemuda biasa dan menghianati suaminya yang merupakan raja yang sangat mencintainya. Si raja sangat mencintai istrinya yang berhianat. Keseringan baca novel-novel tentang prahara percintaan seperti ini, aku jadi takut dan pesimis.

Aku kira cinta indah yang berjalan seimbang dari kedua belah pihak itu tidak ada. Sering aku berpikir seperti itu, sampai aku melihat ayah dan ibuku. Mereka selalu menjadi penyejuk saat aku goyah tidak percaya pada kehidupan.

***
“Aku smp 3, Ndra”

Andra diam sejenak kemudian tersenyum manis pada teman barunya itu. “Oke, besok aku mau deh ke toko buku bareng kamu.”

Begitulah kurang lebih perkenalan Andra dengan Rendi. Sejak perkenalan itu, Andra semakin dekat dengan teman barunya tersebut, Rendi, yang akhirnya menjadi pacar pertama Andra.

“Di smp 3 ada yang namanya Gio kan, Ren?”
“Gio Ghaisan?”

Andra mengangguk.

“Ada. Pacarnya si Vian. Ketua osis smp 3. Ah, dia sih tukang buat onar. Gak cocoklah buat Vian. Guru-guru aja ikut-ikutan bilang gak setuju. Hahah...”

“Oooh... Dia buat onar gimana?”

“Kemarin terakhir dia ditegur pas upacara karena bawa mobil ke sekolah. Terus sering banget di skor karena berantem. Kacaulah pokoknya dia.”

“Dia ke sekolah bawa mobil?”
“Iya, udah agak lama.”

“Harusnya gurunya jadiin dia ketua kelas.” Jawab Andra datar sambil agak melamun. Baru Andra sadar sekarang kenapa sudah beberapa bulan dia tidak melihat Gio lagi. Orang tua macam apa yang ngasih anaknya yang masih kelas 3 smp mobil.

2 minggu kemudian setelah mereka resmi jadian, setelah Rendi sering protes karena merasa terganggu oleh topik “Gio” yang selalu dibawa Andra, Andra putusin Rendi, sumber informasi tentang Gio satu-satunya yang bisa diakses Andra. Setelah itu, Andra benar-benar tidak pernah mendengar tentang ataupun bertemu lagi dengan Gio, hingga Andra kelas 2 SMA.

***
“Itu kan Viona.” Pikir Andra dalam hati ketika dia melihat salah satu siswa baru di SMAnya, SMA 1. Viona, gadis manis yang sewaktu sd dulu tidak pernah absen memberi bekal waktu jam istirahat pada Gio. Adik dari Gio. Andra tersenyum tanpa sadar.

Beberapa bulan setelah itu, dengan nada yang diatur, Andra nekad nyapa Viona, “Kamu adik Gio kan?”

“Iya, Ka. Ka Andra yah? Ih iya kan. Dari kemarin-kemarin mau nyapa ragu.” Sambut Viona antusias.
Andra heran dengan jawaban Viona. Dia kira Viona tidak kenal dia. “Gio apa kabar? Dia dimana sekarang?”

“Ah, A Gio mah ya kaya gitulah. Gak pernah berubah. Sering bikin masalah. Sekarang dia sekolah di SMA 3, Ka.”

“Oh, oke, salam buat Gio yah.” Andra sedikit panik ketika dia tanpa sadar kirim salam untuk Gio. Padahal Viona sepertinya menanggapi hal tersebut lumrah saja seperti basa-basi yang disampaikan seseorang untuk teman lamanya.

Viona tersenyum, tambah manis, senyumnya mirip Gio, “Ka Andra mau no hp A Gio?”

“Hah?” Andra tambah panik. “Nggak usah, Vio.” Jawabnya refleks.

“Yaudah, kalau gitu Vio minta no hp ka Andra boleh yah.”

Andra sedikit bingung kemudian memberi no hpnya pada Viona sebelum mereka kembali ke kelas masing-masing.

Sisa kelas Andra saat itu, sebagian besar dia habiskan dengan melamun. Dia senang bertemu Viona. Dia senang akhirnya tau kalau Gio sekolah di SMA 3. Ingin sekali Andra melihat Gio. But she thought, it was a little too much for that day.

***
Hujan belum berhenti dan masih deras. Novel Taj Mahal ini sudah selesai aku baca tapi aku belum ngantuk saja. Ku ambil hp-ku, aku iseng bukain facebook. Cukup lama aku scroll bola-balik ngecek home screen fbku berharap akan ada status dari temanku yang belum ku baca, hingga tiba-tiba aku menemukan sesuatu. Perutku agak mulas karena gugup.

Iya, ada dia, Si X, orang yang duduk di sebelah Reza di lobby kampus tadi di komentar status mutual friend kami. Dengan ragu-ragu ku buka fb-nya. Ah, tapi dikunci sehingga aku tidak bisa melihat banyak informasi melalui fb-nya mengingat kami belum berteman di fb. Ku lempar hp-ku, aku bosan, kemudian ku nyalakan tv dan kuminum kopiku, hingga beberapa saat kemudian, ku dengar hp-ku berbunyi 2x. Dari bunyinya sih, itu nada notifikasi fb. Ku ambil hpku dengan malas, kemudian ku cek. Ada request pertemanan dan pesan. Ku putuskan untuk membuka pesan terlebih dahulu.

“Hai”

Ku perhatikan dan ku resapi dalam-dalam, pesan dari seseorang yang aku kenal, kemudian kepalaku berputar. Aku pusing. It’s too much for today.

***
Malam itu Andra sudah mulai move on dari kejadian Viona tadi. Dia duduk manis di meja belajarnya, fokus mengerjakan tugasnya. Tiba-tiba hpnya berbunyi tanda ada sms.

“Andra.” Isi sms dari nomor tidak dikenal.

Andra tediam sejenak. Hatinya berdegup kencang karena dia tiba-tiba ingat memberi no hpnya ke Viona, adik Gio. Dia bingung harus bagaimana. Dia memutuskan untuk tidak membalasnya dahulu.

“Andra Andra Andra Andra balas dong :D.” Si nomor tidak dikenal itu kirim sms lagi. Andra masih memutuskan untuk tidak balas dulu. Dia bingung. “Andraaaaaaa... God, I love that name.” Andra masih terdiam.

Sejam setelah itu baru dia balas “Iya. Ini siapa yah?”

Andra gugup menunggu, namun balasan tak kunjung datang. Andra jadi sebal. Dia tanpa terkontrol kirim sms lagi, “Dasar orang aneh.” Dan tetap tak dapat balasan lagi juga. Andra sedikit kecewa, dia memutuskan untuk melupakan masalah sms itu dan lanjut mengerjakan tugasnya. Hingga hapenya berbunyi tanda ada telepon masuk. Andra dengan antusias mengambil hapenya, namun bingung harus bagaimana ketika dia liat yang telepon adalah nomor tak dikenal yang tadi sms. Akhirnya dia mengangkat telepon itu.

“Halo. Ini dengan siapa?”
“Kesel gak nunggu balasan sms? Hahah...”
“Kamu siapa ih?!”
“Nama aku rahasia.”

Andra langsung tutup telepon itu karena kesal. Namun telepon itu kembali berbunyi. Andra tidak bisa tidak mengangkat itu. Karena dalam keselnya juga dia penasaran sekali.

“KAMU SIAPA IH!?!” Bentak Andra.
“Kenapa ditutup sih?! Kamu sombongnya gak ilang dari dulu” Nadanya ketus.
“Kamu bikin kesel soalnya. Ditanya nama gak jawab.” Andra merajuk.
“Tadi kan udah dijawab, nama aku rahasia. Terus kamu kenapa sombong dari dulu?”
“Aku tutup lagi nih!”
“Ya ampun, aku salah apa lagi?”
“1... 2... 3...!” Andra menggeretak.
“Gio, Ndra, Gio. Hahah...”
“Gio Ghaisan Erlangga?” Tanya Andra gugup dan terbata-bata.
“Gio Rahasia Erlangga, Andra. Sejak kapan nama tengah aku ganti jadi Ghaisan?”

Andra kaku. Terakhir dia berinteraksi dengan Gio adalah ketika perpisahan SD mereka, 5 tahun lalu. Itu juga cuma bilang good luck aja. Sekarang tiba-tiba dia muncul dan mereka sudah ngobrol lebih panjang dari obrolan mereka yang manapun juga bahkan dari ketika mereka satu kelas pas SD dulu. Andra tidak tahan. Too emotional.

“Kok diem? Terus kamu kenapa sombong dari dulu? Terus kamu kenapa sombong dari dulu? Terus kenapa kamu sombong dari dulu? ...”
“Sombong apa sih?” Andra sebel terganggu dengan pertanyaan dia yang offensif dan diulang-ulang.
“Kamu, dulu setiap pagi ketemu di pangkalan angkot malah pura-pura gak liat.”
“Hmm... Kenapa aku yang sombong? Kenapa bukan kamu yang sombong yang udah jelas-jelas liat tapi gak nyapa?”
“Trauma nih. Kamu sejak sd, kalau disapa pasti kabur. Jadi yang sombong kamu dari dulu.” Nadanya santai tapi mengejek.
“Terus sekarang kenapa coba tiba-tiba telepon?”
“Tadi Viona cerita. Dia bilang kalau kamu ngasih nomor hape kamu buat aku hubungin. Huh! Udah aku hubungin, masih aja sombong.”

Andra panik mendengar itu. “Enggak ih. Aku ngasih nomor buat Vio, bukan buat kamu. Ah... Apa-apaan sih kamu keGRan.”

Gio terbahak menyadari Andra panik. Mereka ngobrol berjam-jam sampai Andra pamit karena sudah disuruh tidur oleh mamahnya. Sebelum mereka menutup telepon, mereka sepakat untuk bertemu di hari sabtu sepulang sekolah.

***
Kenangan yang paling diingat Andra tentang Gio adalah saat Gio meneleponnya untuk pertama kali, saat mereka bertemu untuk yang pertama kalinya, saat mereka jadian, saat mereka berpisah. Selebihnya, it was a total blur.

Sejak pertemuan pertama mereka, Gio makin intens menghubungi Andra. Dia hampir tiap hari telepon Andra, dan tiap sabtu ajak Andra jalan. Sekitar sebulan mereka jalan, Gio nekad tembak Andra. Dia bilang, Andra itu cinta pertama dia dan dia sudah suka Andra sejak dia SD. Lalu mereka jadian.

Entah, semakin intens mereka berhubungan, semakin terbuka mereka akan karakter masing-masing. Cocok kah mereka? Sudah jelas tidak. Mereka yang hidup dan tumbuh di lingkungan keluarga yang berbeda memiliki karakter yang jauh berbeda pula.

Andra dibesarkan di keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang, sementara Gio yang baru Andra ketahui sejak mereka jadian, dibesarkan lingkungan keluarga yang benar-benar tidak terbayangkan oleh Andra sebelumnya.

Rumor mengenai mamah Gio yang ada 4 ternyata benar, namun dari ke-empat mamahnya tersebut tidak ada satupun yang tinggal bersamanya di rumah yang sangat besar. Rumah yang terlalu besar untuk ditinggali oleh hanya Gio, Viona, dua orang pembantu dan satu orang supir. Gio memiliki beberapa saudara lainnya selain Viona, namun hanya Viona yang satu ibu dengannya.

 Kemudian yang Andra tau tentang keluarganya yang kacau itu adalah bapaknya tinggal di malaysia, ibu mereka entah tinggal dimana. Sedikit cerita tentang keluarga Gio itu, Andra dapat dari Viona. Viona bercerita ketika Andra main ke rumah Gio dan bertanya-tanya dimana orang tua mereka ketika dia tidak menemukannya.

Gio tidak pernah cerita masalah keluarganya. Yang didapat Andra soal itu dari Gio hanya pelampiasan amarah Gio saja tanpa ada sedikitpun penjelasan mengenai masalah apa yang dia hadapi.

Ada satu hal janggal juga dalam hubungan mereka. Andra menyembunyikan hubungannya dengan Gio dari semua orang. Alasannya bisa ditebak. Image. Image Gio yang dikenal nakal, tukang buat onar, ketua geng motor, keadaan keluarganya yang kacau balau, membuat Andra khawatir jika ada yang tau, habislah juga dia. Jadi, dia memutuskan untuk tidak memberitahu sahabatnya sekalipun.

Entah Andra bahagia atau tidak menjadi pacar Gio. Dia nangis terus. Bagaimana tidak, Andra yang pada dasarnya sensitif dan mudah menangis harus intens berhadapan dengan Gio yang karakternya keras dan ketus tapi tidak pernah mau berbagi masalahnya. Pernah suatu hari, ketika Gio jalan bareng Andra, dari sejak ketemu, Andra sudah menyadari kalau Gio sedang bad mood, Andra dibentak Gio,

“Ayo buruan jalannya! Udah mau ujan! LELET!!!” Walaupun pernah beberapa kali kena bentak juga, Andra tetap kaget. Dia menangis. Belum lagi, Gio banting pintu mobilnya keras sekali. “AN***G!!!” Teriaknya sambil mukul setir mobilnya. Andra nangis lagi di mobil Gio, tapi ditahan tidak bersuara. Keesokan harinya, Andra dengar kabar bahwa Viona sudah sejak seminggu sebelumnya pindah sekolah. Keterlaluan.

***
“Andra.” Ada pesan lagi menyusul dari akun fb yang sama, milik Gio Ghaisan Erlangga. Tanganku gemetar saat membacanya. Aku benci sekali dipanggil Andra. “Tolong di approve yah request pertemanan dari aku.” Dia kirim pesan lagi. Sudah lima tahun aku tidak mendengar kabarnya sama sekali. Sekarang tiba-tiba dia muncul lagi setelah kehidupan aku sudah jauh lebih baik tanpa dia.

Pernah dengar jika seberubah apapun kita, mungkin ada orang yang bisa membawa sisi emosional kita kembali seperti saat kita dulu mengalami si emosi itu bersama dia? Iya, saat itu, aku menangis lagi, sesenggukan. Jika tidak sedang hujan deras, tetangga kostku pasti mendengar tangisan aku.

Aku masih ingat dengan jelas hari itu, hari terakhir aku melihat wajahnya. Aku masih ingat wajahnya saat itu.

“Aku mau ketemu kamu hari ini juga.” Bentakku sangat kesal.
“Aku lagi gak enak badan, Andra. Bisa kacau kalau kita ketemu sekarang.” Jelas Gio lemah.
“Aku ke rumah kamu sekarang. Aku gak mau tau.”

Aku nekad pergi ke rumah Gio sepulang sekolah.

“Udah aku bilang, aku gak bisa ketemu kamu sekarang.” Bentaknya ketika aku nekad nerobos masuk ke kamarnya.

“Kamu tuh apa-apaan sih Gio?! Kenapa kamu gak bilang kalau Vio pindah! Jadi ini yah alesan kamu marah-marah terus kemarin?”

“Sekarang kamu tau kan?! Terus apa lagi masalahnya?!”

Aku geleng-geleng kepala kecewa. “Aku mau putus, Gi!” Aku yang sebenernya sudah kesal dari kemarin gara-gara jadi pelampiasan amarahnya beringsut menjauh darinya.
Gio segera mengejarku dan menarik tanganku. Dia memelukku. “Nggak, Andra. Please jangan tinggalin aku. Aku tau aku kacau banget, but you’re all I’ve got. Please!”

Aku yang menangis melepaskan pelukan Gio, ku tatap matanya yang memerah “Kamu mikir dong, Gio!!! Kita tuh mungkin emang gak cocok sama sekali.” Gio menangis. Baru kali itu aku liat dia menangis. “Kamu anggap aku apa, Gio? Ampe adik kamu pindah sekolahpun, aku tau dari orang lain. Kamu cerita apa soal itu sama aku? Yang aku dapet cuma umpatan kasar doang kemarin. Aku ampe down seharian gara-gara aku kira kamu ngatain aku anj**g, ngerti gak?”

“Kamu bareng ama aku udah berapa lama sih, Ndra? Kamu taulah, amarah aku tuh nggak pernah ada satupun yang ditujukan buat kamu.”
“Kamu ngarep aku tau darimana dong Gio? Kamu gak pernah cerita apa-apa. Kamu gak nyaman ama aku? Mungkin kita emang gak cocok.” Aku menangis.

Gio terdiam agak lama seperti memikirkan sesuatu, “Iya, kita gak cocok Andra. Kamu boleh pulang sekarang. Aku capek banget, kita bisa bicarain ini lain kali.” Jawab Gio lesu tapi tegas.
Aku yang kesal sekali beranjak pergi. Seraya pintu rumah Gio ditutup, Aku terduduk dan menangis di depan pintu. “Kita gak cocok, Gio, tapi aku sayang banget ama kamu.” Kemudian bangkit dan pergi meniggalkan rumah Gio.

Hari berikutnya, nomor hape Gio sudah tidak bisa dihubungi lagi. Pernah aku nekad mencari Gio lagi ke rumahnya beberapa hari kemudian, tapi kata pembantunya, Gio pindah ke rumah bapaknya di Malaysia. Aku makin kacau.

***
“Krik”. Hp-ku berbunyi kembali. “Aku lagi di bandung, Andra. I really want to meet you. Tomorrow is all I’ve got. Jika kamu baca ini, tolong approve request dari aku yah."
Dia lagi di bandung. Dengan ragu-ragu ku approve request pertemanan darinya.

“Syukurlah, Andra.” Dia kirim pesan via messenger sekarang.
“Hai, apa kabar?” Hanya pertanyaan basa-basi itu yang bisa aku kirimkan.
“Baik. Andra, would you like to meet me tomorrow, please?”

Dia gampang banget bilang kaya gitu. Dia pasti tidak tahu bagaimana perjuangan aku untuk bisa move on pasca ditinggalkan olehnya hanya dengan kata, “iya, aku capek, kita bicarain lain kali.” Dia tidak tau pasti jika saat itu, selama beberapa bulan, aku sakit, malas makan, menangis terus, murung mengurung diri di kamar. Dan lagi, bukan hanya pribadi aku saja yang rusak, tapi hubungan sosial aku dengan orang lainpun ikut-ikutan berantakan.

Orang tua aku kebingungan, sahabat aku kebingungan, teman sekelas aku kebingungan, wali kelas aku ikutan pusing mengurusi nilai-nilai rapot aku yang terjun bebas secara dramatis dan tingkah aku yang makin lama makin menjengkelkan. But, I swear, I thank God for that, Gio. That day, the day you left me hanging, I realized how much love could do me wrong and I promised myself that I would never be engaged to that kind of love again, that I would never cry for something really stupid as love ever again. Bukannya aku jadi anti berhubungan dengan pria.

Pasca putus dengannya, saat aku bosan meratap, sebelum aku dengan Reza, aku sering gonta-ganti pacar, but it was likely less emotion attached. Seperti dengan Reza yang tidak berpotensi untuk membuat aku sedih. Jika, si insiden Dealova itu tidak dihitung, seingatku, tidak pernah lagi aku menangis gara-gara sakit hati. Tapi hari ini, hanya dengan satu kata “Andra” saja darinya, aku nangis lagi. Just die!!!

“Kriik.” Segera Andra buka pesan fbnya. “Andra, pokoknya besok aku tunggu kamu di Selasih, dari buka ampe tutup. Ada hal yang belum terselesaikan dengan kamu, and tomorrow is all I’ve got. Lusa aku udah mesti di Malaysia. Terserah kamu mau datang atau nggak. Pokoknya aku stand by disana.”
Aku bingung. Aku bingung pada diriku sendiri. Aku kesal tapi juga bersemangat. Aku memutuskan untuk log out dari facebook. Aku harus tidur. Tapi sekuat apapun aku coba untuk tidur, aku tidak bisa. Aku log in kembali, segera ku balas, “Oke, liat besok.” Baru aku tidur.

***
Aku dibangunkan sinar matahari yang menerobos ventilasi kamar ku. Kulirik jam dindingku, pukul 10, aku kesiangan. Aku tampaknya terlalu nyenyak untuk terbangun gara-gara alarm. Semalam aku tidur jam 3. Aku bergegas mandi, aku ingat kalau hari ini ku harus ke suatu tempat menemui seseorang.
Selesai mandi, aku terduduk sejenak. Aku bingung. Gio mungkin sudah sejak jam 9 tadi menuggu.

“You’re toxic I’m...” Dari Reza.
“Halo.”
“Lex, kamu gak ada kuliah kan hari ini?”
“Iya. Ada apa?
“Mamah papah aku hari ini pulang ke rumah. Dia mau ketemu dan kenal kamu. Dia pengen ngobrol.”

Jantungku berdebar. It scares me a lot. Terlebih sekarang. Bagaimana bisa aku menemui orang tuanya yang sudah bisa aku tebak arah tujuannya disaat aku berencana menemui pria lain. Sejauh ini, selama hampir 3 tahun bersama Reza, aku belum pernah sekalipun menghianatinya. Aku kira gampang saja bagiku untuk setia padanya, sampai dia datang lagi. Sekarang, aku jadi tidak percaya pada diriku.

“Sorry, Za. Aku gak bisa.”
“Loh. Kenapa? Lex, mamah aku antusias banget untuk ketemu kamu.”
“Aku gak bisa, Ja. Sorry.”

Langsung ku putus telepon darinya. Aku segera berangkat pergi, memutuskan untuk menemui Gio. Aku benci sekali dengan diriku saat ini. Aku bersemangat. Diam-diam aku senang untuk menemui Gio yang meninggalkan aku tanpa penjelasan apa-apa dulu, aku dengan dinginnya mencampakan Reza yang sayang sekali denganku. Aku bodoh lagi. Reza beberapa kali menelepon, namun tidak ku angkat. Kemudian hpku tidak berdering lagi. Dia pasrah lagi.

***
Have you ever got a problem that you though you could not bear? Saya kira setiap orang pernah mengalami masalah semacam itu. And mine is today. Di angkot, teleponku berdering lagi. Aku udah mengumpat diam-diam karena aku kira itu telepon dari Reza, tapi ternyata itu dari adikku, Leo. Tumben telepon, pikirku, kemudian ku angkat.

“Lex, kuat yah Lex.” Nada suaranya bergetar.
“Ada apa, Le?” Aku sedikit panik.
“Mamah ama papah mau cerai.”

Awalnya aku meyakinkan diriku bahwa dia cuma becanda. Namun adikku bukan tipe seperti itu. Lalu kepalaku pusing, mataku berair.

“Papah udah gak tinggal di rumah, Lex. Perpisahan mereka udah diurusin sejak bulan lalu.”

Waktu terasa terhenti, 10 menit itu, sebelum angkotku mencapai tempat Gio menungguku, there is only one thing in my mind. I don’t want to get hurt.

“Kiri, bang.” Kemudian aku ganti angkot menuju kostan Reza.

***
Reza memelukku. “Makasih yah, Lex.” Aku mulai menangis.

“Kamu kenapa? Ada masalah?” Wajahnya terlihat panik. Aku hanya menggeleng.
“Baru kali ini aku liat kamu nangis, Lex. You must have a real big problem now.”

Reza memaksaku untuk bercerita. Tapi dia kenal aku banget, dia menyerah setelah aku tolak berkali-kali. Aku entah kenapa memang tidak suka menceritakan masalahku kepadanya. Dia bahkan tidak tau beberapa bulan ini aku rutin cek up ke dokter. “Oke, satu hal Lex. No matter how hard the problem you face. I’ll be beside you. Dan aku harap aku bakal ada di samping kamu selamanya.”

It should comfort me as always. Tapi entahlah, untuk kali ini, tidak sama sekali. It makes me realize. I don’t want to hurt him either. “We’re done, Za. I’m sorry. I don’t love you. Never.” Kemudian aku pergi meninggalkan rumah Reza.

***
Ku lihat lagi dia yang masih duduk di bangku yang sama dengan ketika ku lihat dia beberapa jam yang lalu. Sekarang sudah ada piring bekas dia makan rupanya. Aku perlahan menghampirinya sambil berharap dia tidak menyadari kekacauanku dari mukaku yang masih sembap. Jantungku susah kompromi.

Dia berdiri saat melihatku.

“Aku kira kamu tidak akan datang.”

Aku sudah tiba disini beberapa jam yang lalu sebenarnya, tapi aku sembunyi-sembunyi langsung menuju kamar mandi to take a real deep breath for a minute, ketika tiba-tiba teleponku berbunyi. Nomor telepon tempat praktek Dokterku. Aku ingat jika hari ini, hasil tesku sudah keluar. Aku takut. Aku tidak siap dengan berita apa yang mungkin aku dapat.

I did not think I could deal with any kinds of bad news anymore. Telepon itu tidak ku angkat. Aku fokuskan dulu pikiranku ke Gio. Yang herannya, setelah semua hal buruk yang terjadi padaku, diam-diam ada perasaan senang. Semua kenangan tentang Gio, yang kemarinpun masih melukaiku dan ingin sekali ku lupakan, sekarang berubah jadi menyenangkan.

“Maaf lama.” Aku duduk setelah dia persilahkan.
“Maaf yah, di dalam penuh.”
“Iya, udah mau ujan nih kayanya yah. Mungkin kita gak bisa lama-lama.”

Kita ngobrolin cukup banyak hal. Mengenai kuliahnya yang sudah selesai, dimana dia tinggal sekarang, dan lain-lain. Namun ada dua hal yang paling akan aku ingat.

“You haunt me, Andra. It’s like there is something undone yet between us.”
“Apa?”

“Dulu aku dropped out, Ndra, dari sekolah. Terus papah aku buru-buru minta aku pindah ke Malaysia. Waktu itu aku bingung. Viona udah pindah kesana duluan. Aku sendirian di rumahku saat itu. Dan kamu sudah gak mau ama aku lagi. Jadi aku mutusin buat berangkat.”

Mataku mau berair lagi, tapi ku tahan mati-matian, hingga suaraku sedikit goyang. “Kamu kenapa nggak ceritain masalah kamu waktu itu?”

“Viona pindah karena hamil, Ndra. Aku dropped out karena berantem dengan guruku yang ikut campur mengata-ngatai keadaan keluarga aku. Kamu ngarep aku cerita apa? Yang aku tau aja saat itu kamu malu pacaran sama berandalan dengan keluarga yang kacau balau kaya aku. Kalau aku cerita masalah itu, aku takut kamu benci aku, Ndra.

Kamu taulah, aku minder mengenai masalah itu ama kamu sejak SD” Dia tersenyum tapi kecut. “Kita beda banget, Andra. Aku mau tidak mau harus setuju dengan pernyataan kamu bahwa kita nggak cocok.”

Itu yang pertama, aku masih bisa menahan air mataku. Yang kedua.

“Aku mau nikah seminggu lagi, di Malaysia.”

Jika dulu aku sering nangis di depan dia mungkin agar dia mengerti bahwa aku kesal dan sedih, “Oh, ini berita baik.” sekarang, aku sangat berterima kasih pada hujan yang mulai turun karena menyembunyikan air mataku. “Selamat, Gio. Aku ikut senang.” Senyumku dipaksakan. Gio ngajak aku neduh, tapi aku tolak. “Aku suka banget ama ujan, Gio, aku pengen ujan-ujanan” Oh, I’ve never been in love with the rain like today. Wajahnya berkerut keheranan.

“One word from you, I could cancel my wedding.”
“Dia baik, Gio?”
“She’s the best I could have after you left, Ndra. Namanya Vian.”
“Oke, we’re done then .”


III

    -Life is all about choices

Sudah beberapa bulan aku mengurung diri di kamar. I dropped this semester. Berat badan aku juga tampaknya turun beberapa kilo, kucel, bau badan, aku meratap. Mamah papahku sering sekali telepon, tapi aku reject terus-terusan, aku cuma kirim sms, “I’m oke”, Reza juga telepon terus, aku reject juga hingga dia sms, “I knew you never loved me.

I’m glad that you were finally brave enough to say it. I’d move on.”, no kantor dokterku juga sempat telepon lagi, tapi aku abaikan. Namun hari ini, aku mulai bosan di kamar terus totally doing nothing. Aku liat diriku di cermin, well, aku kurus, it makes me happy a little. I smiles for the first time since that day. Oke, I think I should end it.

Ku ambil hape ku. Yang pertama ku lakukan adalah menelepon mamahku. Sudah bisa aku prediksi, dia histeris dan menangis. Aku tidak. Sudah bosan. Tapi dia baik-baik saja. Dia cuma khawatirin aku dan adikku. Tidak ku sangka dia cukup dewasa menghadapi permasalahan ini. “Papah dan mamah layak bahagia kan, Lex? Maaf kalau kami egois.” Aku dengar mamahku juga sudah mulai dekat dengan pria lain. Aku sedikit lega.

Yang kedua ku lakukan adalah menelepon papahku. Dia tetap tenang seperti biasa. Yang aneh adalah sekarang papah sedikit bercerita panjang lebar mengenai kenapa sampai mereka berpisah. Papah sekarang sudah menikah lagi dengan tante Ambar, yang sebenarnya sudah sering aku dengar namanya. Mamahku yang sering cerita soal tante Ambar.

Dia cinta pertama papah. Hubungan mereka yang sudah 7 tahun dulu kandas terbentur restu orang tua. Aku diam-diam kagum ama kisah cinta mereka. Papah kemudian minta maaf soal keegoisan mereka sama seperti mamah. Dia juga berjanji tidak akan lepas tanggung jawab atas aku dan Leo. “Gak apa-apa, Pah. Papah layak bahagia.”

Aku iseng-iseng buka diariku. Ku temukan beberapa lembar yang menarik perhatianku, tentang Gio. Yang terakhir ku tulis tentangnya adalah tanggal 12 September 2013, iya saat aku memutuskan untuk menemuinya lagi. Di lembar itu tertulis “KITA BISA BICARAIN HUBUNGAN KITA KALI INI, GIO.” Segera ku ambil bolpoinku, di sebelah tulisan dengan hurup-hurup kapital itu, aku tulis “20 Maret 2013” dan “We’re done.” Kemudian aku mandi. Aku mau jalan-jalan ke kampus. Cuaca di bulan Maret ini cerah sekali.

***
Hope is giant. Dan salah satu hal paling sulit di dunia ini adalah ketika kamu harus memilih antara mempertahankan harapanmu yang digantung atau mencari kepastian.

Seperti sekarang, sebelum berangkat ke kampus, aku bergetar akhirnya memutuskan untuk menelepon Dokterku. Aku menguatkan diriku menghadapi jantungku yang berdegup kencang.

Uhm...How life makes you choose. Seperti orang tuaku yang memilih berpisah setelah sekian lama hidup dengan tidak bahagia mungkin, seperti Gio yang memilih untuk menemuiku untuk bicara setelah sekian lama dia merasa dihantui, seperti Leo yang berani mengundurkan diri dari jurusannya, seperti Reza yang akhirnya sadar bahwa aku tidak mencintainya.

“Negatif. Bukan kanker. Bisa disembuhkan pakai obat saja. Tapi nanti tetap harus cek up rutin.” Kalian tidak akan tau betapa bersyukurnya aku atas itu. Makasih Tuhan, aku janji untuk berhenti merokok.

Yeah, choosing between two of them are sure hard, but what you don’t realize is that you could try to move on when your hope start to fade away. Seperti Gio yang akhirnya menikah, orang tuaku yang sekarang mungkin lebih bahagia, adikku yang bisa memulai kembali di jurusan yang lebih disukainya, seperti reza. Sure, it won’t be easy at first, but they moved on. Seperti aku. Aku ke kampus dengan riang. Serasa ada beban yang hilang dari pundakku.

Deg. Sesuatu mengusik lamunku. Jantungku berdegup kencang. Aku yang tebiasa kabur refleks mau berbalik. Tapi kuurungkan. Ku atur nafas panjang, aku mengatur degup jantungku, aku melangkah maju. Dan dia melihatku, right in the eyes, waktu serasa berhenti beberapa saat. And I swear to god, I see him smile, at me. It feels nice. Aku tersenyum juga diam-diam saat yakin dia tidak melihat.

Iya, di detik dimana aku memutuskan untuk melangkah maju, bukannya berbalik, aku menyadari satu hal. Dulu aku kira trauma patah hati yang membuatku takut jatuh cinta lagi. Ternyata bukan, harapanku pada Gio yang terpelihara yang membuatku tidak mau mencoba cinta yang lain. Aku kubur paksa cinta yang belum mati, yang ketika ada hal yang menggalinya kembali, seperti si Dealova itu, seperti nama Andra itu, cinta itu masih ada. And, I think now I could deal with Andra as the part of my life tanpa merasa terlalu terusik, cintaku padanya telah mati.

“ALEXANDRA!”
Duh. Aku berhenti lalu berbalik.
“Hmm... Kamu Alexandra kan?”
Aku mengangguk perlahan, berharap dia tidak melihat tanganku yang gemetar.
“Hmm... Would you like to have a cup of coffee with me sometimes?”
Aku tersenyum. Oke, Love, I dare you to do it to me once again!